Rahasia Silmy Karim Sulap Krakatau Steel dari Buntung Jadi Untung

  • Bagikan

Jakarta,BASKONEWS – Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim akhirnya membawa perusahaan menjadi untung. Padahal sebelumnya perusahaan baja milik negara ini mencatatkan kerugian hingga ratusan miliar.
Silmy Karim diminta memimpin Krakatau Steel pada 2018 lalu. Saat itu ia tak tahu jika utang perusahaan ini lebih dari Rp 30 triliun.

Meski begitu dia tidak kaget. Namun dia menyebut cash flow perusahaan negatif yang justru membuat masalah.

“Bayar utang pakai utang, bayar gaji pakai utang. Awal masuk saya hitung utang bertambah dari bunga saja tiap hari Rp 7 miliar,” kata dia dalam acara Blak-blakan awal pekan ini.

Karena itu dia langsung mengambil langkah melakukan restrukturisasi utang. Dia menegosiasi utang dengan 10 bank. Tidak mudah, negosiasi terbilang alot hingga akhirnya menemukan kesepakatan satu tahun kemudian yaitu 12 Januari 2020.

Selain restrukturisasi utang, dia melakukan efisiensi tubuh KS yang dinilai gemuk. Ada 60 anak usaha yang dirampingkan, tidak memperpanjang kontrak perusahaan alih daya dan menawarkan pensiun dini kepada pegawai.

Silmy menyebut dia juga merombak total strategi usaha KS. Yakni dengan mendatangi langsung pembeli. Lalu memberikan pemahaman kepada para pembeli jika produk KS ini bisa membuat usaha lebih efisien ketimbang melakukan impor.

“Sampai awal reformasi, Krakatau Steel memegang tata niaga (monopoli), jadi masih belagu sama customer. Sekarang saya ikut langsung ke lapangan mendatangi calon customer potensial,” ujar Silmy.

Ketika banyak pabrik di luar negeri tutup karena pandemi, dia justru menjadikan peluang untuk membanjiri pasar dengan produk terbaik KS. Sebelum ada kebijakan bekerja dari rumah, Silmy Karim telah lebih dulu memberlakukannya. “Kalau soal kualitas, produk KS itu prima. Digunakan di Eropa dan Australia,” ujarnya bangga.

Pada bagian lain, lelaki kelahiran 19 November 1974 mengungkapkan berbagai trik importir baja menghindari pajak. Ia juga menuturkan alasannya menimba ilmu di NATO dan US NAVAL, dan tiga aktivitas utama yang biasa dilakukannya untuk menjaga keseimbangan hidup.

Penulis: DetikEditor: -
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *