banner 728x250

MENILIK UMKM DESA KARYABHAKTI

  • Bagikan

KARAWANG, BASKOMNEWS – Universitas Buana Perjuangan Karawang memasuki tahun kedua untuk mengadakan KKN secara online. Salah satu desa yang menjadi tempat KKN Online yakni Desa Karyabhakti Kecamatan Batujaya, dengan tema yang diusung yaitu “Sinergi Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan di Masa New Normal”.

Rencana KKN ini diadakan dari tanggal 1 Juli 2021 s/d 31 Juli 2021. Adapun kegiatan yang dilakukan Mahasiswa KKN di Desa Karyabhakti salah satunya yaitu, mengisi Profil Desa dan Kelurahan (PRODESKEL) yang ada di desa secara online dan sesuai dengan tema yang diangkat oleh Universitas Buana Perjuangan Karawang mengenai sinergi membangkitkan ekonomi kerakyatan dimasa new normal.

Sasaran dari Mahasiswa KKN Desa Karyabhakti dalam membantu membangkitkan ekonomi dimasa pandemi covid-19 adalah di sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
Tujuan dari KKN itu sendiri yaitu melakukan pendampingan maupun masukan untuk inovasi produk UMKM yang terdapat pada Desa Karyabhakti, yang dimana dalam pendampingan tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting ataupun google meet.

Ada beberapa UMKM yang terdapat pada Desa Karyabhakti tersebut salah satunya yakni UMKM Budidaya Itik. Narasumber kami yaitu pak Taupik Rahman.,SE menyampaikan bahwa untuk harga jual itik sendiri jika dijual langsung itu harganya 8000 rupiah per ekor, sedangkan jika dijual ke pengepul itu biasanya dihargai 7000 rupiah perekor yang mana nantinya si pengepul sendiri dapat menjual itik tersebut dengan sesuai harga jual yang mereka berikan.

Untuk pengembang biakannya sendiri para pembudidaya itik memerlukan waktu 28 hari – 1 bulan untuk penetasannya. Pada saat proses penetasannya sendiri telur-telur itik tersebut dicek satu minggu 4 kali secara berkala. Untuk 2 minggu pertama 4 kali pengecekan setiap hari. Jika umur telur sudah menginjak di minggu ke 4 maka pengecekan diperketat menjadi setiap 4 jam sekali, sambal di bolak-balik posisi telurnya agar penetasan berhasil.

Untuk pakan itiknya sendiri jika sudah memasuki masa panen padi biasanya itik-itik yang sudah menetas dapat dilepas ke sawah atau biasa disebut “diangon”, akan tetapi pada saat di tempat budidaya pun tetap diberi pakan. Kemudian faktor utama kendala bagi budidaya itik itu yaitu cuaca yang kerap berubah-ubah, sehingga menimbulkan stress terhadap itik dan mengganggu kesehatannya sehingga banyak itik yang mati di dalam kandang jika kurang pengontrolan secara berkala.

Menindak masukan dari bapak Rahman selaku pemilik UMKM yaitu penataan ulang tempat pengembangbiakan itik agar lebih rapih dan bersih sehingga itik yang dihasilkan lebih berkualitas dan terurus. Yang mana dengan diadakannya kegiatan ini dapat mengurangi resiko itik yang akan ditetaskan gagal berkembang atau mati. Sehingga menambah produksi itik dan meminimalisir kegagalan pengembangbiakan.

Selain itu, terdapat UMKM lain di Desa Karyabhakti yakni UMKM “Bonsai Kelapa” yang di kelola oleh Bapak Karda, beliau mendirikan usaha bonsai kelapa pada tahun 2019 dimana usaha ini masih merintis karena bisa di bilang usaha ini masih cukup muda, beliau mendirikan usaha ini karena melihat banyaknya pohon kelapa yang ada di Desa Karyabhakti sehingga memunculkan ide beliau untuk membuka usaha bonsai kelapa ini.

Proses pembuatannya mudah akan tetapi proses jadinya bonsai kelapa terbilang cukup lama, memakan waktu tahunan sehingga membuat harga jualnya cukup mahal. Kendala UMKM bonsai kelapa ini adalah proses penjualannya bisa di bilang cukup sulit, karena usia UMKM ini juga masih terbilang muda sehingga masih belum terlalu banyak orang yang mengetahuinya.

Sejalan dengan salah satu tujuan KKN Online ini adalah untuk membantu pendapataan UMKM di Desa Karyabhakti Bonsai Kelapa. Maka dari itu pihak UMKM Bonsai Kelapa meminta bantuan kepada mahasiswa untuk membantu mempromosikannya sehingga lebih di kenal dan meningkatkan pendapatan Bonsai Kelapa tersebut.

Masukan mahasiswa sendiri untuk mencapai keinginan beliau, dengan membuat sistem pemasaran yang dapat mengenalkan produk UMKM Bonsai Kelapa ke masyarakat luas, yaitu dengan diibuatkannya suatu sistem pengenalan produk yang lebih menarik dan mudah seperti memanfaatkan e-commers atau online shop, Shopee maupun Tokopedia.

Penulis: Wahyu MulyandaruEditor: Roby
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *