Dicekoki Miras dan Tembakau Gorila, Seorang Siswi SMA di Plered Purwakarta Diperkosa 5 Pemuda Pengangguran

  • Bagikan

BaskomNews.com – Diperdaya dengan minuman keras dan tembakau gorila, seorang siswi SMA di Plered, Purwakarta dipaksa melayani nafsu birahi lima pemuda pengangguran. Dalam keadaan tak sadarkan diri, si siswi digilir oleh dua pelaku seraya ditonton oleh tiga pelaku lainnya. Satu pelaku merupakan sopir angkot yang sudah dikenal korban.

“Korban berinisial B, berusia 16 tahun, merupakan siswi SMA di Purwakarta. Terungkapnya kasus ini setelah korban melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Polsek setempat, bersama ibunya,” ujar Kanit PPA Polres Purwakarta, Aiptu Agus Permana, Jumat (8/9/2017).

Dari laporan itu, polisi kemudian bertindak cepat, hingga berhasil membekuk empat dari lima tersangkanya, pada Kamis (7/9/2017).

“Empat tersangka yang berhasil dibekuk diantaranya, Al (23), SAN (26), IF (21) dan RV (23), semuanya merupakan warga Kampung Ulen, Desa/Kecamatan Plered, Purwakarta. Sementara seorang lagi, yakni, AH masih dalam pencarian petugas,” lanjut Aiptu Agus Permana.

Dijelaskan, peristiwa berawal saat korban tengah berada di Alun-alun Plered. “Saat itu sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian bertemu dengan tersangka AL (sopir angkot). Al yang ketika itu datang bersama 4 tersangka lain, kemudian mengajak korban jalan ke sebuah gubuk yang tidak jauh dari alun-alun, di Kampung Ulen RT 02/01.

Di gubuk itu, para pelaku kemudian menggelar pesta miras dan menghisap tembakau gorila. korban yang saat itu berada bersama mereka, kemudian dicekokinya hingga tak sadarkan diri.

Setelah korban sudah tak berdaya, dalam keadaan tak sadarkan diri, Al (sopir angkot) dan AH, memaksa korban untuk meladeni nafsu birahinya. Dua pelaku ini kemudian memperkosa korban seraya ditonton oleh tiga pelaku lainnya.

“Pagi harinya, korban diantarkan pulang ke tempat tetangganya. Korban sempat bungkam. Namun karena didesak orang tuanya, akhirnya korban menceritakan apa yang telah dialaminya itu. Orang tuanya curiga karena korban pulang pagi dalam kondisi tak lazim,” kata Kanit PPA, seraya menyebutkan, kalau dua tersangka dijerat Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara, sementara tiga tersangka lainya diancam 5 tahun penjara karena telah membiarkan perbuatan tindak asusila pelaku. (tra)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *