Askun Tidak Sependapat dengan Bupati Cellica

oleh -

BaskomNews.com – Praktisi Hukum Karawang, Asep Agustian SH, MH., menyatakan tidak sependapat dengan sikap Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana yang menyatakan tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional di Kabupaten Karawang.

Menurutnya, pernyataan dari Bupati Karawang yang menyatakan sikap untuk menolak menerapkan kembali PSBB di Kabupaten Karawang pada sejumlah awak media di halaman kantor bupati pada Senin (11/01/2021) pagi, membuat dirinya terheran-heran.

Sebab, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah mengeluarkan surat untuk sejumlah kabupaten atau kota yang masuk zona merah dan berstatus siaga satu untuk menerapkan PSBB.

“Kenapa sih Bupati Cellica ini tidak mau melaksanakan PSBB di Karawang?. Kalau toh banyak pertimbangan yang mengarah terhadap ekonomi, ya semuanya pun pada ke ekonomi larinya,” tutur pengacara ternama yang kerap disapa Asep Kuncir (Askun) kepada BaskomNews.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/01/2021) sore.

Ditegaskan Askun, Kabupaten Karawang yang sudah menyiapkan penanganan antisipasi penyebaran Covid-19 di Karawang melalui dana refocusing APBD Karawang tahun 2021, tetap menyesalkan pernyataan yang dilontarkan oleh Bupati.

“Pertanyaannya kan ada dana refocusing, ini mau di kemanakan pertanggungjawabannya,” tegasnya.

Askun juga menyimpulkan, keputusan Bupati Karawang yang tidak mau menerapkan PSBB di Karawang untuk ke empat kalinya akan menyebabkan banyak dampak yang terjadi di tengah masyarakat Kabupaten Karawang, karena penyebaran Covid-19 yang kian hari kian meningkat.

“Ya akhirnya di Karawang ini masuk zona merah dan siaga satu penyebaran Covid-19, kenapa ini yang sudah dikatakan masuk zona merah dan siaga satu kenapa tidak mau memberlakukan PSBB. Dewan saja WFH kan mau tuh. Lalu kenapa tidak dilakukan seperti itu saja yang artinya sama kaya LockDown atau PSBB,” timpalnya.

Kalau seperti itu, kata Askun, artinya Bupati Karawang ini membiarkan masyarakat kena Covid-19. “Saya jelas tidak sependapat dengan Cellica kalau dia berbicara seperti itu (menolak PSBB di Karawang, red). Dia itu pimpinan, dia itu panutan dan dia itu pilihan rakyat, lakukan saja PSBB di Karawang, kan tidak ada ruginya karena tidak sepenuhnya harus di PSBB se-Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Menurut Askun, PSBB layak diberlakukan di Karawang. Sebab, sekolah saja tidak boleh belajar tatap muka. Tujuannya, agar masyarakat sadar kalau PSBB di Karawang ini diberlakukan kembali.

“Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah menyatakan untuk melakukan PSBB. Kenapa Karawang tidak mau ? Kok bupati melawan perintah gubernur, siapa elu,” ucapnya.

“Ini untuk kesehatan masyarakat. Saya tetap tidak sependapat dengan Cellica untuk tidak menerapkan PSBB. Ada apa dengan Cellica?. Mau membiarkan masyarakat Karawang terpapar Covid-19 lebih banyak lagi. Saya tidak sependapat dengan pernyataan sikap bupati, saya minta PSBB untuk dijalankan titik,” tandasnya. (CR1)