Pupuk Kujang Pastikan Penyaluran Pupuk Musim Tanam 2021 Cukup

oleh -

BaskomNews.com – Sebagai salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan stok pupuk bersubsidi di berbagai wilayah penyaluran cukup tersedia dan aman dalam menghadapi musim tanam tahun 2021.

Direktur Keuangan dan Umum PT Pupuk Kujang Cikampek, Yuni Setyaningrum mengatakan, pihaknya telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 85.372 ton untuk wilayah Jawa Barat.

“Stok pupuk bersubsidi yang disiapkan diantaranya urea subsidi sebanyak 60.271 ton, NPK Subsidi sebanyak 18.426 ton dan Organik subsidi sebanyak 6.675 ton. Jumlah tersebut mencukupi dari ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah, jadi stok sangat optimum,” terang Yuni kepada awak media dalam siaran pers-nya, Jumat (08/01/2021).

Dari informasi yang dihimpun, adapun alokasi pupuk bersubsidi wilayah Jawa Barat pada tahun 2021 sebanyak 964.429 ton per tahun yang terdiri dari urea subsidi sebesar 633.630 ton per tahun.

“NPK subsidi sebesar 205.750 ton per tahun dan organic subsidi sebesar 437.672 ton per tahun untuk wilayah Jawa Barat pada tahun ini,” ungkapnya.

Dikatakan Yuni, dalam jangkauan pemasaran dan distribusi Pupuk Kujang, selalu memastikan jaringan pemasaran yang ada di setiap wilayah tanggung jawab perusahaan melakukan pengawasan agar tepat sasaran, dan kuota pupuk hanya bagi kelompok tani yang terdaftar dalam e-RDKK dan untuk wilayah tertentu.

“Sudah memiliki Kartu Tani dan pembelian harus dilakukan di kios-kios resmi,” katanya.

Guna mengantisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam e-RDKK dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, Yuni juga mengimbau kepada distributor agar selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi jenis Urea, NPK dan Organik di setiap kios.

Yuni juga mengatakan, kunci utama dari produktivitas pertanian itu antara lain varietas yang unggul, pupuk berkualitas dan budidaya yang baik.

“Pupuk Kujang sebagai solusi andal agribisnis kehadirannya sangat penting dalam mendukung pemerintah untuk optimalisasi hasil pertanian dengan melakukan pendampingan secara menyeluruh,” tutupnya. (rls/cr1)