Harga Kacang Kedelai Melambung Tinggi, Produksi Tempe Tahu di Cikampek Mogok

oleh -

BaskomNews.com – Menyikapi perkembangan harga kacang kedelai yang semakin tidak terkendali dan memberatkan bagi pengrajin tempe tahu, membuat para pengrajin tempe tahu yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Prpdusen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) di Pasar Cikampek mogok memproduksi tempe dan tahu.

Pasalnya, harga kacang kedelai sebagai bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe, kini berada di kisaran Rp 9.300 per kilogram dari harga awalnya yakni Rp 7.200 per kilogram.

“Memperhatikan surat edaran yang dikeluarkan oleh Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta Nomor : 01/PUSKOPTI/DKI/XII/2020 dan surat edaran Puskopti Jawa Barat Nomor : 059/K-PUSKOPTI/XII/2020 perihal himbauan rencana mogok produsen pengrajin tempe dan tahu se-DKI dan Jawa Barat termasuk Cikampek dan Karawang karna harga kacang kedelai yang begitu mahal saat ini, membuat kami para pengrajin tempe dan tahu, untuk sementara mogok produksi,” kata salah satu pengrajin tempe yang juga pengurus Puskopti Cikampek, Endang kepada BaskomNews.com, Jumat (01/01/2021).

Diungkapkannya, himbauan rencana mogok produksi pengrajin tempe dan tahu sudah berlangsung hampir satu pekan sejak surat edaran tersebut beredar di sejumlah pengrajin produksi tempe tahu di Kabupaten Karawang.

“Para pengrajin produksi tempe dan tahu di wilayah Cikampek dan sekitarnya termasuk dengan Karawang sudah melakukan mogok produksi dan mogok berjualan tempe dan tahu beberapa hari ini,” ungkapnya.

“Hal tersebut dikarenakan harga kacang kedelai sebagai bahan pokok utama pembuatan tempe dan tahu, harganya sudah sangat tidak wajar dan sangat mencekik para pengrajin tempe tahu,” ujarnya.

Dikatakan Endang yang merupakan warga Cijalu Kopti Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek Karawang ini, dengan adanya upaya mogok produksi dari para pengrajin dan penjual tempe tahu yang ada di Kabupaten Karawang, masyarakat dapat memahami kesulitan pengrajin dalam menjalankan kegiatan usahanya untuk bertahan hidup dengan menaikan harga tempe tahu.

“Kami harap, masyarakat bisa memaklumi kami sebagai pengrajin sekaligus penjual tempe tahu, karena menaikan harga tempe tahu di kemudian hari, karena harga kacang kedelainya juga sudah sangat mahal untuk kami beli saat ini,” tuturnya.

Selain itu, dirinya juga berharap dengan adanya aksi mogok produksi pengrajin tempe dan tahu dengan damai tersebut, bisa dijembatani dan bisa dicarikan solusi oleh pemangku kebijakan yakni Pemkab Karawang.

“Selanjutnya kami berharap kepada Ibu Bupati Cellica, agar dapat memberikan kami solusi yang terbaik untuk kepentingan pengrajin tempe dan tahu di Kabupaten Karawang ini,” harapnya.

Informasi yang dihimpun, para pengrajin tempe tahu tersebut, sudah melakukan aksi mogok produksi tempe tahunya mulai dari hari Senin (28/12/2020) hingga waktu tidak ditentukan.

“Rencana untuk para pengrajin di Kabupaten Karawang, khususnya para pengrajin dan pedagang tempe tahu di sekitaran Pasar Cikampek sendiri, melakukan aksi mogok memproduksi dan berdagang hingga hari Minggu (03/01/2021) besok lusa. Itupun kalau sudah ada solusinya dari pemerintah, tapi kalau belum ada solusinya, kami akan melakukan aksi mogok produksi lagi sampai waktu yang tidak dapat ditentukan,” pungkasnya. (CR1)

Foto : ilustrasi net