“KNPI Tim Hore-nya Kekuasaan”

oleh -
Firman Zaelani.

BaskomNews.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai wadah tunggal organisasi pemuda tentunya memiliki sejarah panjang dan telah banyak berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.

Terlebih lagi, KNPI adalah rumah bagi berbagai organisasi sayap partai hingga organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa organisasi ini adalah kawah candradimuka dan lautan ide serta gagasan yang di miliki kaum muda bangsa ini.

Di Kabupaten Karawang sendiri, KNPI tak banyak bersikap tentang berbagai persoalan daerah. Bahkan dalam 3 tahun ke belakang, sepertinya masyarakat tidak menyaksikan kegagah-perkasaan organisasi yang hebat ini. Selain hanya menjadi tim hore-nya kekuasaan atau terkadanga ya sebatas event organizer saja.

Keloyoan KNPI ini tentu akan membawa dampak buruk bagi keberlangsungan organisasi, dan ini bisa dibuktikan dalam Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Karawang 2020 yang hanya ada satu calon ketua saja, yang kemudian terpilih secara aklamasi.

Aklamasi sejatinya adalah sebuah penetapan sesuatu tanpa proses pemilihan atau pemungutan suara. Pada era Orde Baru, teknik aklamasi biasa disebut sebagai “kesepakatan bulat”.

Aklamasi biasanya terjadi ketika yang muncul adalah calon tunggal atau tidak memiliki kompetitor, sehingga tidak perlu pemilihan atau pemungutan suara.

Tapi bisa juga jika aklamasi yang terjadi merupakan sebuah cipta kondisi politik untuk membatasi dan mengarahkan suara pada kandidat tertentu. Ada skenario agar peserta (organisasi-organisasi) memberi rekomendasi politik dulu sebelum musyawarah digelar. Istilah nya begini “Ada mufakat dulu bahkan sebelum musyawarah”.

Aklamasi juga mengindikasikan praktik-praktik demokratis yang tersumbat di internal organisasi. Model pemilihan ketua secara aklamasi menunjukkan kuatnya cengkeraman oligarki dan pemodal dalam kompetisi perebutan kekuasaan dalam tubuh KNPI Kabupaten Karawang.

Bahkan, terjadinya aklamasi ini menciptakan kesan bahwa KNPI Kabupaten Karawang sudah tidak laku lagi di kalangan pemuda. Pasalnya, dari puluhan organisasi yang terlibat hanya ada satu orang yang mencalonkan.

Tersumbatnya saluran kepemimpinan di internal organisasi menjadi point penting bagi evaluasi organisasi ke depannya. Lebih parahnya lagi, jika aklamasi terjadi karena figur petahana yang memiliki pengaruh hegemonik, sehingga menjadi pilihan dominan pemilik suara ini tentu menjadi jurang pembatas bagi kesempatan regenerasi dan memutus terjadinya sirkulasi kekuasaan di KNPI.

Untuk diketahui, Musyawarah Daerah (Musda) XIV DPD KNPI Kabupaten Karawang yang digelar di Aula Husni Hamid Komplek Kantor Pemkab Karawang pada Selasa (29/12/2020), terpilih secara aklamasi Guntar Mahardika sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Karawang menggantikan Ketua KNPI lama Lukman N Iraz.

Kegiatan yang diikuti 61 perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan 30 Pengurus Kecamatan (PK) ini secara aklamasi memilih pemuda berusia 32 tahun tersebut, untuk memimpin organisasi yang menjadi wadah para pemuda.***

Penulis :

Firman Zaelani

Direktur Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam ( LKB HMI ) Cabang Karawang.