Ciptakan Iklim Perbankan Sehat, Jimmy-Yusni Ingin Kas Daerah Tidak Hanya Disimpan di BJB

oleh -
Cabup Jimmy saat menjelaskan kewenangan kepala daerah yang memiliki hak untuk memindahkan kas daerah ke bank-bank yang ada di Indonesia.

BaskomNews.com – Untuk menciptakan iklim Perbankan di Kabupaten Karawang yang lebih sehat, Paslon Nomor 3, H. Ahmad Zamakhsyari-Yusni Rinzani (Jimmy-Yusni) memiliki keinginan agar kas daerah Kabupaten Karawang ke depan tidak hanya disimpan di satu Perbankan saja, yaitu di Bank BJB.

Demikian diungkapkan Cabup Jimmy, saat sesi tanya jawab di debat kandidat Pilkada Karawang 2020 yang ditayangkan live iNews, Rabu (25/11/2020) malam.

Dijelaskan Cabup Jimmy, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2007 tentang pembendaharaan negara khususnya Pasal 329, setiap kepala daerah memiliki hak untuk mengurai dan menyimpan kas daerah di Bank-Bank negara yang ada di Indonesia.

Sehingga ditegaskan Jimmy, kas daerah atau APBD Karawang 4,6 triliun tidak hanya disimpan di Bank BJB seperti yang dilakukan selama ini. Melainkan bisa disimpan di Bank-bank lain seperti BRI, BNI, Mandiri, BTN atau ada PT Pos Indonesia.

“Dengan diurai seperti itu, maka iklim Perbankan kita menjadi sehat. Karena melahirkan kompetitif, melahirkan kebaikan bersama. Tidak terjadi monopoli kas daerah karena disimpan di salah satu Perbankan saja,” papar Jimmy.

Atas dasar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan PP Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, Cabup Jimmy menginginkan agar kas daerah Karawang ke depan juga bisa disimpan di Perbankan yang lain (tidak hanya di Bank BJB).

Karena monopoli pengelolaan kas daerah seperti ini, Cabup Jimmy menyimpulkan timbulnya persoalan baru, khususnya mengenai susahnya masyarakat untuk meminjam uang sebagai modal usaha mikro. Yaitu dimana saat masyarakat akan memijam modal ke BJB selalu dihadapkan dengan persyaratan yang memberatkan.

Yaitu seperti harus menjaminkan sertifikat rumah atau sertifikat tanah. Sementara di sisi lain, sudah timbul persoalan maraknya praktek rentenir di 309 desa dan kelurahan di Kabupaten Karawang.

“Yang ada hari ini marak tentenir di 309 desa di Karawang,” Jimmy. (red)