3 Kartu Sakti Jimmy-Yusni Buat Gerah Lawan Politik

oleh -
Jimmy-Yusni.

BaskomNews.com – Keberadaan 3 kartu sakti yang diedarkan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Nomor 3, H. Ahmad Zamakhsyari-Yusni Rinzani (Jimmy-Yusni) sepertinya membuat lawan politik merasa gerah. Pasalnya, distribusi kartu sakti ini langsung menjaring masyarakat di bawah yang layak diberikan bantuan oleh pemimpinnya.

Hanya saja ada sedikit kesalahan persepsi terkait kartu ini dan menjadi celah lawan politik Jimmy-Yusni untuk menyerangnya dengan narasi kebencian. Bahkan Kang Jimmy sendiri difitnah lawan politiknya akan memotong honor guru ngaji. Padahal, guru ngaji adalah salah satu profesi yang diprioritaskannya dalam kampanye untuk mendapat dukungan dari pemerintah.

Tidak mau terlalu larut dalam narasi kebencian yang dimainkan lawan politiknya di Pilkada Karawang, Kang Jimmy lebih memilih memberikan penjelasan secara detail mengenai manfaat 3 kartu sakti ini.

Pertama yaitu Kartu Guru Ngaji. Dijelaskan Kang Jimmy, kartu pesertanya harus dari kalangan pegiat agama mulai dari guru ngaji, merbot masjid, Ketua DKM, imam masjid, guru PAUD, guru honorer, penjaga tempat pemakaman umum. Bahkan pegiat agama dari agama lain seperti Pendeta dan Biksu juga ikut tercakup ke dalamnya.

“Masing-masing dapat honor Rp 1 juta/3 bulan. Jadi 1 tahun dapat 4 kali honor,” terang Kang Jimmy kepada awak media, Kamis (19/11/2020).

Selanjutnya, Kartu Tani dan Nelayan merupakan bentuk bantuan yang disalurkan melalui kebutuhan pokok petani dan nelayan seperti pupuk dan perahu, alat tangkap ikan. Pemilik Kartu ini kata Jimmy berhak mendapat bantuan minimal senilai Rp 1 juta/tahun dan maksimal Rp 5 juta/tahun.

Selanjutnya untuk Kartu Wirausaha berlaku bagi semua warga Karawang di luar petani, nelayan dan Guru Ngaji. Kartu ini akan menyasar warga Karawang yang siap berwirausaha.

“Semisal anak muda diatas usia 25 tahun, Bapak-napak dan Emak-emak yang masih sehat, pasti dapat modal Rp 1-10 juta cukup dengan jaminan KTP lewat program kerjasama Bupati dengan BRI sebesar Rp. 50 milyar,” pungkasnya. (red)