Riyadhul Jannah, Mengawali Syiar Islam di Kota Lumbung Padi Sejak 2018

oleh -

BaskomNews.com – Sebagai Kota Lumbung Padi yang mulai merambah menjadi kota industri, Kabupaten Karawang juga sering disebut-sebut sebagai daerah yang bisa menjadi kota santri.

Bagaimana tidak, menjamurnya bangunan lembaga pendidikan agama, baik formal maupun non formal seperti pondok pesantren, hal tersebut menjadi salah satu dasar mengapa Kabupaten Karawang bisa menjadi kota santri.

Seperti Riyadhul Jannah, lembaga pendidikan non formal pondok pesantren yang berlokasi Jalan Proklamasi Kelurahan Tanjungmekar Kecamatan Karawang Barat, tepatnya berdampingan dengan Mesjid Baiturrohman, pondok pesantren dibawah naungan KH. Abuy Jamhur Baruzzaman Samarang-Garut ini telah memulai syiar islamnya di Bumi Pangkal Perjuangan.

Membuka lembaga pendidikan agama non formal sejak 2018, Riyadhul Jannah yang dibina oleh H. Ahmad Ardiansyah (Ketua DPC Hanura Karawang), kini sudah dihuni beberapa santri salafi untuk dicetak menjadi para pemuka agama.

Tak jarang para ustadz yang menjadi tenaga pengajar di pondok pesantren ini juga sering diminta untuk mengajar anak-anak di mesjid-mesjid kampung sekitar. “Sebenarnya kita sudah memulai Riyadhul Jannah sejak 2018. Tapi tahun ini memang benar-benar sedang digenjot agar lebih maju,” tutur Pembina Riyadhul Jannah, H. Ahmad Ardiansyah.

Untuk sementara, pondok pesantren berbasis pendidikan Nahdotul Ulama ini hanya menerima santri salafi. Riyadhul Jannah juga bukan pondok pesantren yang dikhususkan bagi santri yatim piatu. Tetapi, apabila ada yatim piatu yang berprestasi, maka bisa berkesempatan mendapatkan beasiswa di Riyadhul Jannah.

“Kita berprinsip dan ingin mengajarkan kepada setiap orang bahwa ilmu itu mahal dan harus dihargai. Terlebib ini ilmu agama untuk keselamatan dunia akhirat. Jadi tidak ada yang gratis di Riyadhul Jannah. Tetapi jika ada yatim piatu yang benar-benar berprestasi, maka bisa diajukan untuk mendapatkan beasiswa,” tandas H. Ahmad Ardiansyah. (red)