Temuan Limbah Oli PT. Tenang Jaya Sejahtera Dilaporkan ke DLHK

oleh -

BaskomNews.com – Temuan limbah B3 berbentuk cairan oli bekas yang diduga milik PT Tenang Jaya Sejahtera dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang oleh LSM GPRI (Gerakan Peduli Rakyat Indonesia) DPD Jawa Barat. Selain dilaporkan ke DLHK, limbah B3 ini juga dilaporkan warga ke Polres Karawang.

Untuk kronologis penemuan limbah oli bekas ini, pada Kamis 24 September 2020 pukul 22.30 WIB telah ditemukan limbah B3 berbentuk cairan berwarna hitam seperti oli bekas di selokan/saluran air di lingkungan PT. Adyawinsa Stamping Industries. Kemudian, salah seorang warga bernama Suhendar melaporkan temuannya ke security PT. Adyawinsa Stamping Industries dan langsung ditembuskan ke manajemen perusahaan.

Setelah dilakukan investigasi kembali, pada tanggal 09 Oktober 2020 pukul 09.50 WIB ditemukan sumber rembesan Limbah B3 di area pojokan saluran air, lalu dilakukan observasi terkait sumber rembesan tersebut, ternyata berasal dari PT. Tenang Jaya Sejahtera.

Hal ini dibuktikan dengan hasil foto yang diambil di benteng perbatasan antara PT. Adyawinsa Stamping Industries dengan PT. Tenang Jaya Sejahtera. Hasilnya ditemukan bekas tumpahan Limbah B3 sejenis oli yang masuk ke dalam saluran air PT. Tenang Jaya Sejahtera dan masuk ke Saluran air PT. Adyawinsa Stamping Industries yang berjarak ±3 meter.

“Kami khawatir limbah tersebut menyebar ke lingkungan pemukiman kami yang mengakibatkan tercemarnya air dan tanah,” ungkap Sehendar.

“Berdasarkan temuan tersebut, kita juga sudah melaporkan temuannya ke pihak Kepolisan Resort Karawang,” timpal Suhendar, sambil menunjukan bukti surat pengaduan.

Cairan limbah oli yang diduga milik PT Tenang Jaya Sejahtera.

Sementara, Ketua GPRI DPD Jawa Barat, Muti Akbar Rangkuti menambahkan, pihaknya sudah melayangkan surat pengaduan kepada DLHK Kabupaten Karawang, dan juga sudah melakukan audensi dengan pihak PT. Triguna Sejahtera mengenai masalah pencemaran ini.

“Kami sangat menyayangkan karena dari pihak PT. Tenang Jaya Sejahtera cenderung saling lempar mengenai masalah pencemaran ini,” kata Muthi Akbar.

Menurutnya, pencemaran ini sangat berbahaya dan melanggar Undang-undang Lingkungan Hidup dan harus segera ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Jika masih tidak ada tanggapan yang serius dari pihak PT. Tenang Jaya Sejahtera, maka kami akan melakukan aksi demonstrasi di depan PT. Tenang Jaya Sejahtera,” tambah Muthi Akbar.

Ditemui di lokasi tercemar PT. Adyawinsa Stamping Industries pada tanggal 28 Oktober 2020, perwakilan manajemen perusahaan Rudy Martono, SH mengakui adanya rembesan limbah B3 berjenis oli di area lingkungan perusahaanya.

“Kami dan warga sekitar sudah melakukan observasi dan mencari asal usul limbah oli tersebut, yang ternyata dari tumpahan oli dari PT. Tenang Jaya Sejahtera. Kami sangat menyayangkan atas kejadian ini. Kami berharap dinas terkait bisa segera turun untuk menyelesaikan pencemaran limbah ini, agar supaya tidak terjadi lagi,” tegas Rudy.

Sementara, pada tanggal 28 Oktober 2020 BaskomNews.com melakukan upaya konfirmasi kepada pihak PT. Tenang Jaya Sejahtera atas persoalan ini. Namun pimpinan perusahaan PT. Tenang Jaya Sejahtera tidak dapat memberikan keterangan sampai saat ini.

“Pimpinan perusahaan kami sedang di luar kota dan belum bisa ditemui apabila tidak ada janji,” singkat salah seorang security PT. Tenang Jaya Sejahtera.(rby)