Sudah Ditegur Bawaslu, “APK Terlarang” ini Tak Kunjung Ditertibkan Satpol PP

oleh -
APK Cellica-Aep yang dipasang Ketua IPPK, Asep Kurniawan yang notabene merupakan Pengurus DPD Golkar Karawang.

BaskomNews.com – Meskipun sudah ditegur Bawaslu Karawang, tetapi Alat Peraga Kampanye (APK) Pasangan Calon Pilkada Karawang 2020 ini terlihat semakin ‘menjamur’ di tempat-tempat yang dilarang untuk dipasang APK. Anehnya, beberapa APK terlarang ini tak kunjung ditertibkan atau diturunkan Satpol PP Karawang.

Berdasarkan SK KPU Karawang Nomor : 464/HK.04.1-Kpt/3215/KPU-Kab/IX/2020, tentang penatapan lokasi pemasangan APK dan Bahan Kampanye (BK) pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karawang 2020, pada lampiran surat  point c dijelaskan beberapa lokasi jalan yang dilarang untuk dipasang APK atau BK.

Diantaranya, 1. Jalan Ahmad Yani/By Pass (dari Bunderan Ramayana sampai s.d Lampu Merah RMK), 2. Jalan Tuparev (dari Alun-alun sampai simpang Lampu Merah Johar), 3. Jalan Kertabumi (dari Alun-alun sampai Lampu Merah BJB).

Berdasarkan pantauan BaskomNews.com di lapangan, setidaknya ada 1 APK Paslon Yesi Karyalianti-Ahmad Adly Fairuz yang dipasang di tempat terlarang, yaitu APK di perempatan Lampu Merah Johar.

APK Yesi-Adly di perempatan Lampu Merah Johar.

Sementara APK yang dipasang di tempat terlarang oleh Paslon H. Ahmad ‘Jimmy’ Zamakhsyari-Yusni Rinzani, setidaknya ada 3 APK. Yaitu 2 billborad di sekitar Lampur Merah RMK dan 1 billboard di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di jalan depan SMA 1 Karawang.

APK Jimmy-Yusni di sekitar Lampu Merah RMK.
APK Jimmy-Yusni di sekitar Lampu Merah RMK.
APK Jimmy-Yusni di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan SMA 1 Karawang.

Pelanggaran paling banyak soal larangan pemasangan APK di tempat tertentu ini dilakukan oleh Paslon Cellica Nurrachadiana-Aep Saepulloh. Setidaknya ada sekitar 9 APK besar calon petahana ini yang dipasang di tempat terlarang.

Yaitu dari mulai billboard Cellica-Aep di Jalan Ahmad Yani sekitar Taman i Love Karawang, APK di perempatan Lampu Merah Johar, billboard di sekitar rel kereta api Jalan Tuparev, hingga billboard di Jalan Tuparev.

APK Cellica-Aep di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sekitar Taman i Love Karawang.
APK Cellica-Aep di sekitar Lampu Merah Johar.
APK Cellica-Aep di sekitar perlintasan kereta api Jalan Tuparev.
APK Cellica-Aep di Jalan Tuparev.

Ironisnya, selain di pasang di tempat terlarang, ada juga APK Cellica-Aep yang terkesan ‘mempolitisir’ para pengunjung Pasar Karawang Baru. Yaitu dimana salah satu APK Cellica-Aep ini dipasang di depan Pasar Karawang Baru oleh Ketua Ikatan Pedagang Pasar Karawang (IPPK), Asep Kurniawan yang notabene masih merupakan Pengurus DPD Golkar Karawang (parpol koalisi Cellica-Aep).

APK Cellica-Aep yang dipasang Ketua IPPK, Asep Kurniawan yang notabene merupakan Pengurus DPD Golkar Karawang.

Pelanggaran pemasangan APK oleh Cellica-Aep ini juga terlihat di sepanjang Jalur Kertabumi. Yaitu dimana 2 billboard besar dipasang APK Cellica-Aep.

APK Cellica-Aep di Jalan Kertabumi.
APK Cellica-Aep yang lain di Jalan Tuparev.

Pelanggaran APK Cellica-Aep lainnya juga terlihat di sepanjang Jalan Ahmad Yani dari Lampu Merah RMK hingga Lampu Merah perempatan gedung DPRD Karawang. Yaitu dimana ada 1 APK di depan Omega Hotel dan 1 billboard Cellica-Aep yang terpampang di depan SMA 1 Karawang.

APK Cellica-Aep di depan Hotel Omega.
APK Cellica-Aep di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan SMA 1 Karawang.

Menyikapi pelanggaran kampanye Pilkada ini, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri mengaku sudah pernah berkirim surat kepada Pj Bupati Karawang pada 5 Oktober 2020 lalu, agar pemda melalui Satpol PP segera menertibkan APK Paslon di tempat terlarang tersebut.

“Ada beberapa lokasi yang memang dilarang untuk dipasang APK. Diantaranya di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Tuparev, hingga Jalan Kertabumi. Surat sudah kita kirim ke Pj Bupati, seharusnya Satpol PP yang melakukan penertiban,” tutur Roni Rubiat Machri, kepada BaskomNews.com beberapa hari lalu.

Disampaikan Roni, Bawaslu sendiri tidak memiliki anggota divisi khusus untuk menertibkan APK yang dipasang di tempat terlarang tersebut. Karena menurutnya, penertiban APK itu merupakan tanggungjawabnya Satpol PP Karawang.

“Ya itu bukan tugas kita, itu tugasnya Satpol PP. Yang jelas kita sudah mengirim surat ke Pj Bupati untuk menertibkan APK tersebut,” tandasnya. (red)

BACA SEBELUMNYA : Bawaslu Tegaskan Logo Parpol Non-Parlemen Tidak Boleh Dipasang di APK