Askun juga Tanggapi Pelaporan Terhadap Ketua PCNU Karawang

oleh -
Asep Agustian

BaskomNews.com – Dipolisikannya Ketua PCNU Kabupaten Karawang, KH. Ahmad Ruhiyat Hasbi (Kang Uyan) oleh parpol koalisi Cellica Nurrachadiana-Aep Saepulloh, bukan mengundang reaksi dari kalangan kiyai atau warga Nahdatul Ulama. Melainkan juga dari berbagai kalangan aktivis, tokoh Ormas dan LSM, hingga beberapa praktisi hukum seperti Asep Agustian SH. MH.

Menurut Asep Agustian, pesan WhatsApp Group Kang Uyan yang tersebar di media sosial facebook hingga berujung Laporan Polisi tersebut tidak mungkin sepenuhnya hoax atau dikategorikan fitnah. Karena menurutnya, tidak mungkin seorang kiyai menyampaikan pesan bohong tanpa adanya dasar informasi sebelumnya yang dianggap benar.

“Mohon maaf sebelumnya jika apa yang saya katakan salah ataupun melukai. Saya tidak berpihak kepada siapapun dalam hal in. Tapi Kiyai Uyan itu seorang kiyai, sesuatu yang tidak mungkin jika seorang Kiyai berbohong atau memfitnah tanpa dasar pasti informasi yang ia dapatkan ia peroleh dari sumber yang A1,” ujar Asep Agustian, dikantornya, Kamis (22/10).

Pengacara kondang Karawang yang lebih akrab disapa Askun ini juga menegaskan, jika pihak Kang Uyan harus mencari tahun perihal siapa yang telah membocorkan pesan WhatsApp Group tersebut hingga tersebar di media sosial. “Ini juga yang harus dicari siapa penyebarnya siapa. Itu kan konsumsi internal mereka, kenapa bisa sampai tersebar keluar,” katanya.

Lebih lanjut Askun meminta 5 kiyai yang dituduh menerima aliran dana dari Cellica, juga untuk buka-bukaan di hadapan publik. Hal ini harus dilakukan sebagai bentuk dari klarifikasi yang didasari oleh tidak adanya unsur berbohong.

“Seharusnya para kiya yang dituduh sudah menerima dana, jika tidak merasa apa yang sudah dituduhkan, ya bicara kepada masyarakat melalui media. Ya, tapi kalau misalkan benar menerima mau dikata apa?. Ilustrasinya mana ada maling ngaku, tapi seorang kiyai harus jujur apa adanya jangan berbohong,” katanya.

Adapun terkait pelaporan terhadap Kang Uyan, Askun menilai jika pelaporannya secara hukum kurang tepat, karena yang melaporkan bukan orang yang dituduh Kang Uyan.

“Secara kontruksi hukum, orang yang berhak melaporkan adalah yang dituduh, dalam hal ini Cellica dong yang harusnya lapor. Tapi kan dia diam sajah, malah timnya yang melaporkan. Apakah ada tidak surat kuasanya dari Cellica dalam pelaporan tersebut,” tanya Askun.

“Jika dalam pembuktian Kang Uyan dinyatakan tidak bersalah, persoalan ini bisa berbalik, Kang Uyan yang seorang tokoh agama dan banyak pengikutnya, bisa saja melaporkan balik, atas tindakan pencemaran nama baik apalagi Kang Uyan seorang Kiyai,” timpal Askun.

Oleh karenanya, Askun menyarankan agar persoalan ini tidak dibesar-besarkan, apalagi sampai ditarik ke ranah politik.

“Sudah-lah jangan dibesar-besarkan, apalagi kan yang bersangkutan sudah saling bertemu dan masalahnya selesai, kenapa kok jadi beginih. Jangan ada pihak yang provokatif, apalagi sampai mau melaporkan ke Maber Polri, apa-apaan itu, untuk apa sih itu semua dilakukan,” tanya Askun.

Askun juga berharap pihak NU tidak terprovokasi dan bisa lebih tenang dalam menghadapi persoalan saat ini.

“Saya berharap para santri dan pihak yang mendukung Kiyai Uyan agar bisa lebih tenang dan mampu menahan diri untuk tidak melakukan tindakan apalagi sampai aksi turun ke jalan. Kita harus lebih dewasa, yakin persoalan ini akan bisa cepat selesai,” tandasnya. (red)