Meski Tanpa Bantuan Pemkab, Produksi Bantal Rumahan ini Tembus Pangsa Pasar Benua Australia

oleh -

BaskomNews.com – Deni Hermawan, pemuda berusia 37 tahun asal Desa Cikampek Utara Kecamatan Kotabaru Karawang ini tidak menyangka akan usaha konveksi rumahannya bisa tembus pangsa pasar luar negeri hingga ke Benua Australia.

Pasalnya, usaha konveksi rumahan produksi bantal yang ia ciptakan bersama sanak saudaranya, dalam sebulan kini ia akan memulai bisnis yang luar biasa, yakni mengekspor produksi bantalnya secara massal sebanyak 4.000 pcs ke Benua Australia.

“Syukur Alhamdullilah berkat ketekunan saya mempelajari pangsa pasar dunia bisnis di dalam maupun di luar negeri, salah satu produksi saya yakni Bantal Soel-Tan bisa tembus pasaran luar negeri di Benua Australia,” kata Deni kepada BaskomNews.com saat ditemui di tempat usaha konveksi rumahannya di Kampung Boneka Cikampek Utara, Rabu (14/10/2020).

“Dalam satu bulan, kami harus memproduksi Bantal Soel-Tan sebanyak 4.000 pcs untuk di ekspor ke Benua Australia. Dan selain memproduksi bantal untuk dikirim ke luar negeri, hampir seluruh provinsi yang ada di Indonesia juga banyak yang minat akan produksi bantal kami ini,” katanya.

Akibat banyaknya permintaan produksi secara massal tersebut, kini Deni memiliki belasan karyawan yang siap memproduksi Bantal Soel-Tan secara massal itu.

“Kendati permintaan produksinya mencapai ribuan untuk di kirim ke dalam atau ke luar negeri. Syukur alhamdullilah masyarakat di sini turut men-support bisnis saya, sehingga Kampung Boneka yang Notabene-nya dijuluki sebagai konveksi rumahan, jadi banyak yang membantu memproduksi bantal Soel-Tan yang diproduksi hampir di setiap rumah yang ada di Kampung Boneka ini ya,” tutur Deni.

Deni yang secara terus-menerus memasarkan produksi bantal Soel-Tannya tersebut melalui jejaring media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dan sejumlah aplikasi Online-Shop lainnya, kini bisnisnya tersebut bisa dilirik salah seorang bule yang merupakan pengusaha besar di Benua Australia.

“Berawal dari mempelajari produk-produk di pasar luar negeri, saya kepikiran untuk menciptakan peluang bisnis yang baru seperti produksi Bantal yang sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diminati di pasar luar negeri. Ya syukur alhamdulllilah produksi saya ini berhasil tembus pasar luar negeri,” tuturnya.

Deni Hermawan yang kerap disapa Deni Bogel tersebut, memulai usaha konveksi rumahannya dari tahun 2000-an. Lingkungan sekitar Deni yang dijuluki Kampung Boneka dan banyak tetangganya kedapatan mata pencahariannya sebagai buruh konveksi rumahan, membuat dirinya terus menekuni bisnis konveksi rumahan mulai dari memproduksi massal boneka berbagai jenis dan ukuran hingga kini usaha yang menjadi pilihan utamanya untuk memproduksi bantal secara massal, untuk kemudian dikirim ke seluruh penjuru Indonesia dan Benua Australia.

“Sebelum masuk pasar luar negeri, syukur alhamdullilah produksi Soel-Tan ini sudah mengantongi sejumlah ijin dari Kementrian Perdagangan dan Kementrian Sosial Republik Indonesia. Sehingga tidak menjadi kendala kami lagi untuk memproduksi secara massal berbagai jenis produksi di konveksi rumahan kami ini,” terangnya.

Bahkan, dengan penyertaan modal yang serba pas-pasan dan tanpa bantuan atau lirikan dari Pemerintah Kabupaten Karawang, ia mengaku sempat meminjam modal dengan menjaminkan sertifikat rumahnya ke Bank swasta.

“Awalnya sempat ragu juga, modal dari mana untuk memproduksi secara massal ini. Tapi atas ijin dan doa restu orang tua serta dorongan dari keluarga, saya memberanikan diri untuk menjaminkan apapun untuk mendapatkan modal tersebut. Syukur alhamdullilah setelah beberapa bulan berjalan, sedikit demi sedikit, modal pinjaman itu bisa kembali dan saya bisa tenang menjalankan bisnis rumahan ini,” ujarnya.

Selain itu, tambah pria yang memiliki tiga orang anak ini, dirinya berharap kepada Pemkab Karawang agar bisa melirik konveksi rumahan yang ada di Kampung Boneka Desa Cikampek Utara Kecamatan Kotabaru, Karawang itu.

Sebab, sejauh mata memandang, Pemkab Karawang tidak pernah memberikan bantuan atau pemberdayaan terhadap para pengrajin konveksi rumahan yang ada di Kampung Boneka itu.

“Ya ke depannya berharap Pemkab Karawang bisa memberikan bantuan untuk masyarakat di Kampung Boneka ini, misalnya seperti mendorong sejumlah perbankan untuk memberikan kemudahan dalam memberikan penyertaan modal atau menjadikan Kampung Boneka ini sebagai Brand Ambassador ekonomi kerakyatan atau ekonomi kreatifnya Kabupaten Karawang gitu,” harapnya. (CR1)