Cerita Dibalik Permintaan Kain Kafan Askun kepada Jimmy

oleh -
Kang Jimmy (memakai peci hitam, sesaat akan melakukan tanda tangan kontrak lawyer dengan Askun (paling kanan).

BaskomNews.com – Setelah resmi dilakukan tanda tangan kontrak legal (lawyer) Kantor Hukum Asep Agustian SH, MH dengan Calon Bupati Karawang, H. Ahmad ‘Jimmy’ Zamakhsyari, tak banyak yang disampaikan Asep Agustian kepada awak media.

Pengacara kondang Karawang yang lebih akrab disapa Askun ini hanya menyampaikan, jika ia dan tim hukumnya berjanji akan melakukan semua bentuk advokasi pelanggaran Pilkada Karawang 2020, khususnya potensi kecurangan Pilkada yang dapat merugikan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, Jimmy-Yusni.

Namun saat Kang Jimmy menyampaikan bahwa dalam setiap agenda sosialisasi atau kampanye ke masyarakat dari Jimmy-Yusni selalu dibarengi dengan kegiatan santunan anak yatim piatu sebanyak 400 orang di setiap desa, tiba-tiba saja Askun meminta izin kepada Jimmy untuk memotong pembicaraan.

Tiba-tiba saja Askun meminta kepada Jimmy untuk menyediakan kain kafan bagi keperluan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di samping rumahnya di TPU Anjun Kelurahan Karawang Kulon Kecamatan Karawang Barat.

“Mohon maaf Pak Bupati, bisa gak saya minta kain kafan untuk makam di sana. Kebetulan saat ini persediaannya sudah habis. Karena selama ini setiap orang meninggal yang dimakamkan di sana, kain kafan memang sudah disediakan,” kata Askun kepada Jimmy, Jumat malam (9/10/2020).

“Jika ini melakukan santunan yatim piatu di sini juga mangga akan saya fasilitasi. Kebetulan di lingkungan sini juga ada yatim piatu sampai 43 orang,” timpal Askun kepada Jimmy.

Sementara, setelah selesai melakukan pertemuan dan tanda tangan kontrak lawyer dengan Jimmy, Askun menyampaikan kepada awak media, jika permintaan kain kafan tersebut juga merupakan simbol untuk mengingatkan kepada Jimmy, bahwa jabatan sebagai bupati atau jabatan apapun bentuknya di dunia tidak akan berarti ketika kematian sudah datang.

“Saya juga bukan orang bener, tapi kita semua ingin bener. Kain kafan artinya, ya kita sama-sama saling mengingatkan bahwa jabatan apapun adalah amanah. Jangan sampai nanti ketika Adinda Jimmy jadi Bupati Karawang, ia lupa dengan niatan awalnya saat pencalonan,” kata Askun.

Disampaikan Askun, teriakan-teriakannya selama ini mengkritisi pemerintahan Karawang melalui media bukan serta merta atas kebenciannya terhadap pemerintahan Cellica-Jimmy. Lebih dari itu Askun mengaku ingin mencoba berkontribusi melalui pemikirannya untuk pembangunan Karawang ke depan yang lebih baik.

Adapun sikap politiknya sebagai warga negara yang akhirnya mendukung pencalonan Jimmy-Yusni, Askun berharap kepada setiap keluarga besar atau sahabatnya yang berbeda pilihan politik masih bisa saling menghargai.

“Mohon maaf kepada semua sahabat yang selama ini sering nongkrong dengan saya, kalau kita beda pilihan politik. Karena menurut saya sudah saatnya kita JENIUS (Jimmy-Yusni). Saya sendiri sudah bosen di PHP (Pemberi Harapan Palsu),” tandas Askun. (red)

BACA SEBELUMNYA : Resmi Jadi Pengacara Jimmy-Yusni, Askun Intruksikan Simpatisan ENAK Coblos No. 3