‘Door to Door’ Jadi Solusi Kampanye Pilkada di Tengah Pandemi

oleh -

BaskomNews.com – Wabah pandemi covid-19 tidak hanya mempengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, tetapi juga situasi perpolitikan di Jawa Barat, khususnya 8 kabupaten/kota yang sedang menggelar Pilkada 2020.

Adanya pembatasan kegiatan kampanye calon bupati dan calon wakil bupati, hingga tidak adanya kegiatan kampanye terbuka seperti gelaran Pilkada di tahun sebelumnya, hal ini membuat ketiga pasangan calon Pilkada Karawang harus memutar otak untuk mengkampanyekan program serta visi misi pencalonannya ke masyarakat.

Salah satunya sosialisasi atau kampanye yang dilakukan Calon Nomor 3, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy). Ditekankan Bawaslu untuk selalu menjalankan protokoler kesehatan di masa pandemi, Cabup yang berpasangan dengan Cawabup Yusni Rinzani ini mengambil ‘door to door’ menjadi solusi kampanye.

Disampaikan Kang Jimmy, Pilkada saat ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya. Sebab, Pilkada saat ini adalah Pilkada yang dilaksanakan di tengah wabah pandemi Covid-19.

“Saya itu hari ini ingin memberikan contoh yang baik, bahwa Pilkada di era pandemi ini ya begini. Jangan ada kerumunan yang banyak orang, lebih baik kita door to door datangi setiap tokoh-tokoh masyarakat yang ada di tiap desa atau kecamatan,” kata Kang Jimmy kepada BaskomNews.com, saat ditemui usai melakukan safari politiknya di Perum PMI 2 Desa Pangulah, Kecamatan Kotabaru, Rabu (07/10/2020).

“Ayo saya ajak calon nomor satu dan calon nomor dua untuk door to door datang ke tokoh-tokoh dan waktunya dibatasi sampai dengan jam 9 malam. Jangan ada kerumunan warga, kan kita sudah bersepakat untuk Pilkada dilanjut boleh, tetapi urusan kesehatan harus di atas segala-galanya, itu kesepakatan kita,” timpalnya.

Selain mengajak paslon lainnya untuk mengikuti gaya sosialisasi atau safari politiknya secara ‘door to door’, Kang Jimmy juga mengaku mendapat banyak serapan aspirasi dari masyarakat yang di temui olehnya.

“Setelah saya bertemu warga, banyak yang menyampaikan aspirasi. Masyarakat itu ke depan menginginkan adanya akses kemudahan modal usaha, lalu masyarakat juga ke depannya menginginkan bisa bekerja di kampung halamannya sendiri (Karawang),” ungkapnya.

Kendati mendapat masukan atau menyerap aspirasi dari masyarakat terhadapnya, Kang Jimmy mengaku tidak ada masyarakat yang mengeluhkan terkait infrastruktur di wilayah Kecamatan Kotabaru.

“Masalah infrastruktur malahan tidak menjadi bahasan oleh masyarakat. Karena masyarakat sudah pada tahu, soal infrastruktur siapapun bupatinya pasti akan dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Disinggung kesiapan dirinya jika terpilih menjadi Bupati Karawang ke depan, ia mengaku telah mempersiapkan untuk mengelola Kabupaten Karawang lebih baik lagi.

“Otak dan pikiran saya sudah siap untuk menjadi seorang pemimpin (Bupati). Karena otak saya memang dipersiapkan untuk mengelola tatanan pemerintahan lebih baik,” pungkasnya. (CR1)