Ujang Diamankan Polisi, Karena Jualan Jeruk Keliling Sambil Jual Sabu-sabu

oleh -

BaskomNews.com – Hendrik alias Ujang (30), pedagang buah jeruk keliling terpaksa harus diamankan Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Karawang pada hari Kamis (24/09/2020), sekitar pukul 09.00 WIB, tepatnya di sebuah rumah kontrakannya di Dusun Krajan, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Karawang.

Pedagang buah jeruk keliling ini diamankan Satres Narkoba Polres Karawang lantaran dirinya menjual buah jeruk keliling sambil berjualan narkoba jenis sabu-sabu.

“Dari tersangka berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 30 gram sabu siap edar,” kata Kasat Res Narkoba Polres Karawang, AKP Aji Setia melalui Kanit 1 Satres Narkoba Polres Karawang, Ipda Cepi Ismail kepada BaskomNews.com di ruang kerjanya, Senin (28/09/2020) pagi.

Dibeberkannya, total barang bukti yang diamankan pihaknya dari tangan pelaku yakni sebanyak 30 gram narkoba jenis sabu-sabu.

“Untuk mengelabui petugas, selama tiga bulan ini pelaku nyambi menjadi pedagang jeruk keliling dan dipinggir jalan dengan menggunakan mobil pik-up. Hal itu untuk mengelabui petugas. Jadi sambil jualan buah jeruk keliling, pelaku sambil transaksi untuk menyimpan barang pesanan pembelinya,” bebernya.

Pelaku ditangkap beserta barang bukti sabu-sabu siap edar yang sudah dikemas menggunakan bekas bungkus permen, bekas bungkus bumbu mie instan dan sejumlah paket sabu ukuran besar yang dibungkus plastik klip.

“Ada 16 paket sabu yang dibungkus plastik bening kecil, satu paket sabu yang dibungkus plastik bekas bumbu mie dengan berat total sebanyak 30 gram,” terangnya.

Lanjut Cepi, pengungkapan ini dari hasil penyelidikan tim unit 1 Satres Narkoba Polres Karawang yang sedang melakukan penyelidikan ke wilayah Kecamatan Cikampek selama dua hari.

“Alhamdulillah selama dua hari melakukan penyelidikan pelaku berhasil kita amankan bersama barang buktinya,” ungkapnya.

Menurut Cepi, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas. Pelaku mengaku dapat barang dari orang yang berinisial DK yang diketahui merupakan napi dari Lapas Bogor.

“Jadi pelaku ini merupakan orang suruhan atau kurir yang dikendalikan seorang Napi di Lapas Bogor untuk menyimpan sabu pesanan pembeli,” jelasnya.

Cepi mengatakan, pelaku merupakan jaringan pengedar narkoba dari Lapas Bogor. Namun untuk wilayah peredaran meliputi wilayah Cikampek, Kotabaru, Jatisari, Purwasari, Tirtamulya dan Kabupaten Purwakarta.

“Selama ini pelaku mengaku sudah 3 bulan menjadi kurir sabu, dan biasanya sekali ambil barang seberat 1 ons dan diambil dari wilayah Bandung,” katanya.

“Selain barang bukti sabu, satu buah telepon genggam milik pelaku yang biasa digunakan untuk transaksi juga kita amankan,” pungkasnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo 112 ayat (1) Jo 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (Cr1)