12 Anak Bibir Sumbing Dapatkan Operasi Gratis dari RS Izza Cikampek

oleh -

BaskomNews.com – Sebanyak 12 anak yang menderita penyakit celah langit-langit atau kerap dikenal penyakit bibir sumbing mendapatkan pelayanan operasi bibir sumbing secara gratis dari Rumah Sakit (RS) Izza Cikampek, Sabtu (26/09/2020).

Kegiatan bakti sosial (baksos) yang dilakukan RS Izza yang berlokasi di Jalan Raya Ciselang Cikampek-Tirtamulya, melakukan kegiatan syiar dakwah di bidang kesehatan bersama Pengurus Dokter Nahdatull Ulama (PDNU) Provinsi Jawa Barat.

Direktur RS Izaa, dr. Dik Adi Nugraha Sp.B mengatakan, kegiatan baksos yang berlandaskan syiar dakwah yang salah satu bentuk dakwahnya di bidang kesehatan. Sehingga amanah yang diberikan kepada pihaknya adalah untuk selalu terlibat di dalam kegiatan sosial, salah satunya adalah baksos operasi bibir sumbing secara gratis ini.

Pada satu tahun silam, RS Izza juga melakukan baksos seperti operasi katarak. Dan untuk tahun ini, pihaknya merasa bersyukur bisa melakukan baksos operasi bibir sumbing secara gratis di tengah wabah pandemi Covid-19.

“Kita setiap tahun agenda baksosnya berbeda-beda, tahun sebelumnya kita melakukan baksos operasi mata katarak secara gratis,” ungkap dokter spesialis bedah kepada BaskomNews.com.

Adapun yang mendasari pihaknya untuk melakukan baksos ini, karena pihak RS Izza menilai jika mereka (anak-anak) yang tidak memiliki fisik sempurna (bibir sumbing) juga bisa mendapatkan hal yang layak di lingkungan sekolah.

“Karena kita faham betul dengan kondisi anak yang memiliki celah langit-langit atau bibir sumbing harus terbuka dengan kondisi lingkungan sekolahnya. Saya pikir itu akan menjadi bulan-bulanan bully-an si anak itu. Terlepas hal itu juga, fungsi bibirnya juga akan terganggu karena ada celah-celah langit di bibirnya,” ungkapnya.

RS Izza juga memastikan untuk kegiatan pelaksanaan baksos tersebut, pihaknya terbebas dari Covid-19 karena pihaknya mengungkapkan telah melakukan Swab Test dan PCR dari awal penerimaan pendaftaran pasien baksos operasi bibir sumbing dari tanggal 30 Juli hingga 23 September 2020.

“Total pasien operasi bibir sumbing yang mendaftar sebanyak 18 pasien yang di jangkau dalam 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang. Tapi yang lolos scrinning untuk dilakukan operasi bibir sumbing sebanyak 12 pasien,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih jauh, peserta itu awalnya ada 18 pasien yang mendaftar, namun setelah pihaknya lakukan scrinning sesuai dengan ketentuan-ketentuan seperti kualifikasi usia yang belum mencukupi.

“Oleh karena itu dari 18 peserta pasien, hanya 12 peserta pasien yang dapat melakukan operasi bibir sumbing,” bebernya.

Kendati begitu, ke 6 peserta pasien yang tidak lolos kualifikasi usia akan tetap disusulkan untuk mendapatkan pelayanan operasi bibir sumbing secara gratis di tahap selanjutnya setelah kualifikasi usianya sudah mencukupi.

“Mudah-mudahan acara ini dapat bermanfaat banyak bagi masyarakat utamanya untuk anak-anak yang menderita celah langit-langit atau bibir sumbing,” pungkasnya. (Cr1)