Cellica Politisir Bantuan Pupuk Subsidi PT Pupuk Kujang di Cibuaya

oleh -
Bupati Cellica saat kesempatan penyerahan klaim AUTP dan bantuan pupuk subdisi dari PT Pupuk Kujang pada Kamis lalu (17/9/2020).

BaskomNews.com – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana dianggap telah mempolitisasi bantuan pupuk bersubsidi jenis urea untuk petani di Kecamatan Cibuaya pada Kamis lalu (17/9/2020), saat kesempatan penyerahan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) periode Januari-September 2020.

Pasalnya, bantuan pupuk urea dari PT Pupuk Kujang sebanyak 30 ton tersebut langsung dikawal Bupati Cellica sampai Cibuaya.

BACA SEBELUMNYA : Penyerahan Klaim AUTP di Wilayah Kecamatan Cibuaya

Ketua Umum Serikat Petani Karawang (SEPETAK), Wahyudi menyindir, jika memang Bupati Cellica tidak mempolitisir bantuan pupuk dari PT Pupuk Kujang untuk petani Cibuaya tersebut, maka tidak seharusnya Bupati Cellica mengawal langsung distribusi bantuan pupuk sampai di Cibuaya.

“Kalau memang tidak politis, terus apalagi namanya coba. Itu kan bantuan pupuk dari Pupuk Kujang ya!. Kenapa harus dikawal langsung sama Cellica?,” tutur Wahyudi, saat kesempatan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Karawang bersama ratusan petani dan buruh, Kamis (24/9/2020) siang.

BACA SEBELUMNYA : Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Demo Kantor Bupati Karawang

Ditambahkan Wahyudi, siapapun hari ini mengetahui jika Cellica Nurrachadiana sebagai calon incumben Pilkada Karawang 2020. Sehingga tindak-tanduknya di pemerintahan menjelang kepemimpinanya terus disorot publik.

“Ya, sebenarnya pupuk juga bisa jadi kebijakan politik. Kalau mau Cellica anggarkan saja dari APBD soal kelangkaan pupuk bersubsidi ini. Jangan nimbrung di bantuan pupuk dari Pupuk Kujang sampe ngawal langsung distribusi pupuk,” katanya.

Aksi demonstrasi petani dan buruh di depan kantor Bupati Karawang, Kamis (24/9/2020).

Disinggung persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi, Wahyudi menjelaskan, ada sekitar 17 kecamatan di Karawang yang sedang mengalami kelangkaan pupuk saat ini. Mayoritas kecamatan berada di wilayah Karawang Utara.

“Totalnya ada 17 kecamatan. Kita minta bupati segera menyelesaikan persoalan kelangkaan pupuk ini secepatnya. Kita tidak mau terjebak soal kepentingan politik Pilkada. Karena memang kita (SEPETAK, red), golput di Pilkada,” katanya.

Status facebook Sekretaris SEPETAK, Engkos Koswara yang menyindir Bupati Cellica yang telah mempolitisir bantuan pupuk di Cibuaya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum SEPETAK, Engkos Koswara pernah membuat postingan di status media sosial facebook dan menyindir dugaan politisasi bantuan pupuk oleh Bupati Cellica untuk petani Cibuaya.

Berikut status facebook Engkos Koswara :

Kebutuhan pupuk jenis urea sudah sangat emergensi sekurangnya di 15 kecamatan.

4 hari lalu Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana melakukan kunjungan ke Cibuaya untuk menyerahkan AUTP kepada para petani disana. Diam-diam Cellica datang dengan membawa pupuk subsidi jenis urea sebanyak 30 ton yang dia ambil langsung dari Pupuk Kujang dan dikawalnya langsung pula sampai Cibuaya.

Tidak seharusnya Cellica membawa pupuk hanya untuk petani di desa Cibuaya sebab pupuk subsidi jenis urea sedang dibutuhkan oleh petani di 15 kecamatan.

Memang tidak ada yang salah dengan Cellica yang telah menyalurkan pupuk bersubsidi jenis urea secara langsung kepada petani Cibuaya. Tapi cara tersebut sungguh tidak terpuji sebab sarat dengan kepentingan politik. Karena itu CELLICA NURRACHADIANA harus didiskualifikasi dari PILKADA.

Sekali lagi, diskualifikasi CELLICA dari PILKADA Karawang.

(red/BaskomNews)