Meski Belasan Karyawan Positif Covid-19, Gugus Tugas Pastikan Tidak Segel PT Pupuk Kujang

oleh -

BaskomNews.com – Meskipun belasan karyawan PT Pupuk Kujang Cikampek terkonfirmasi positif Covid-19, namun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Karawang memastikan tidak akan ada penutupan atau penyegelan perusahaan.

Ketua Harian GTPP Covid-19 Karawang, H. Acep Jamhuri menjelaskan alasan kenapa pihaknya tidak melakukan penutupan sementara terhadap kegiatan produksi PT Pupuk Kujang Cikampek, kendati belasan karyawan Pupuk Kujang terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurutnya, tidak perlu dilakukan penutupan sementara terhadap kegiatan produksi PT Pupuk Kujang Cikampek. Sebab yang terpenting PT Pupuk Kujang Cikampek melakukan langkah-langkah sesuai SOP yang berlaku.

“Kalau ada perusahaan yang karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19, tidak harus ditutup sebenarnya. Yang penting upaya-upaya mereka, bagaimana mensterilkan tempat yang dimana mereka bekerja itu kemudian mengisolasi yang terkonfirmasi,” kata Acep Jamhuri, kepada BaskomNews.com, Senin (14/09/2020).

“Dan kemudian juga men-tracing, lalu melakukan test kesehatan PCR ataupun Rapid atau SWAB test, dan mereka (PT Pupuk Kujang) sudah melakukan hal itu,” timpal Acep.

Dikatakannya juga, pihak PT Pupuk Kujang terus melakukan pelaporan perkembangan yang terjadi di perusahaannya. Bahkan sebanyak 1.000 karyawan PT. Pupuk Kujang langsung dilakukan SWAB Test kembali secara mandiri.

“Sekitar 800 hingga 1.000 karyawannya sudah melakukan hal itu semua ya. Mereka juga terus melaporkan kepada kami GTPP Covid-19 Kabupaten Karawang,” terangnya.

Acep juga menjelaskan, hal tersebut selain dilakukan oleh pihak PT Pupuk Kujang, juga dilakukan kepada perusahaan-perusahaan lainnya yang berada di kawasan industri yang ada di Kabupaten Karawang yang karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19. “Sama dengan semuanya seperti di kawasan untuk PT Exedy, PT DNP dan PT Sharp,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana yang menjelaskan pihaknya tak melakukan penutupan sementara kepada PT Pupuk Kujang Cikampek.

Dikatakan Cellica, hal itu tidak dilakukan oleh pihaknya bukan karena keberadaan PT Pupuk Kujang yang berstatus sebagai salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia atau perusahaan di bawah naungan BUMN.

“Baru 13 karyawan, ada juga yang 55 karyawan kok. Jadi gak boleh main asal tutup-tutup saja ya, yang ditutup itu hanya satu Line saja. Satu line produksi ada yang positif, itu yang ditutup sementara, bukan ditutup semuanya ya. Itu yang 14 hari ke depan harus kita evaluasi langkah-langkah dan upaya-upayanya seperti apa,” singkat Cellica.

Dikonfirmasi terpisah, Manager Komunikasi PT Pupuk Kujang Cikampek, Fitria Ratu Pagih mengaku setelah pihaknya melakukan Swab test massal secara mandiri terhadap karyawannya dan ditemukan sebanyak 13 karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Keemudian pihaknya langsung melakukan langkah-langkah strategis guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan perusahan Pupuk Kujang Cikampek.

“Setelah hasil SWAB Test keluar dan ditemukan positif, langsung dilakukan proses penjemputan kepada karyawan dan diantar ke Rumah Sakit untuk penangan selanjutnya. Saat ini semua pasien sedang dalam penanganan pihak medis dan Tim Pupuk Kujang terus memantau perkembangannya,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun redaksi BaskomNews.com, tersiar kabar bahwa PT Pupuk Kujang Cikampek langsung melakukan penutupan total atau LockDown. Namun hal itu ditampik oleh Ratu.

“Tidak benar hanya di beberapa gedung saja dan hanya satu hari untuk dilakukan sterilisasi untuk karyawan yang berkantor di gedung tersebut kemudian dilakukan Work From Home selama satu hari,” katanya.

Dengan adanya 13 karyawan Pupuk Kujang Cikampek yang terkonfirmasi positif Covid-19, Ratu juga menegaskan bahwa kegiatan produksi pupuk di PT Pupuk Kujang Cikampek sendiri tidak terganggu.

“Sama sekali tidak terganggu untuk kegiatan produksinya. Kegiatan operasional pabrik berjalan seperti biasa,” tambahnya. (CR1)