Daftar Pemilih akan Ditempel di Desa, Warga Bisa Cek Langsung Nama

oleh -

BaskomNews.com – Pasca KPU Karawang menggelar rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran dan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Sabtu (12/9/2020), KPU memastikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Karawang 2020 nanti bersifat valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Ketua KPU Karawang, Miftah Farid mengatakan, setelah rapat pleno DPS, maka tahapan berikutnya adalah pengumuman dan tanggapan terhadap DPS dari 19-28 September 2020. Sementara pada 29 September hingga 3 Oktober 2020 merupakan tahapan perbaikan DPS oleh PPS, berjenjang sampai dengan penetapan DPT.

Kemudian pada 4-6 Oktober, rekaptulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) di tingkat kecamatan. Disusul dengan rekaptulasi DPSHP tingkat desa pada 7-9 Oktober.

Dijelaskan Farid, penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sendiri akan berlangsung dari 9-16 Oktober. Dalam masa tersebut, DPT akan ditempel di setiap kantor desa/kelurahan. Sehingga warga bisa mengecek langsung namanya sendiri perihal masuk atau belumnya ke DPT.

“Masa tanggapan masyarakat terhadap DPT ini sangat penting. Karena ini akan menguji validitas data pemilih yang bisa dipertangggungjawabkan,” tutur Miftah Farid, Senin (14/9/2020).

Jika ada daftar pemilih yang meninggal dunia pada masa tanggapan, Farid kembali menjelaskan, maka harus ada surat keterangan meninggal dunia atau surat keterangan dari pihak keluarga untuk kemudian dihapuskan dari daftar pemilih.

“Ini keterkaitannya dengan Undang-undang Kependudukan, jadi harus ada keterangan surat meninggal dunia. Kemudian nanti akan disaksikan (disetujui) oleh PPS, Panwascam, PPL, sampai perwakilan partai politik untuk divalidasi ke DPT,” terangnya.

Masih disampaikan Farid, KPU akan memastikan DPT Pilkada 2020 benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga setiap hak memilih warga negara benar-benar bisa tersalurkan.

“Makanya sejak awal dari mulai DPS, DPSHP hingga DPT nanti, semua pihak dari mulai KPU, Bawaslu, hingga perwakilan partai politik pegang datanya semua. Ketika ada perubahan daftar pemilih, maka akan diketahui dan disetujui oleh semua pihak,” pungkas Farid. (red)