Ini Penjelasan Kejaksaan Kenapa Belum Umumkan Tersangka Korupsi 9,5 Miliar Dinas Pertanian

oleh -
Audiensi STAKAR dan FSPK-KSNusantara dengan Kejaksaan Negeri Karawang, Jumat (14/8/2020).

BaskomNews.com – Setelah melakukan audiensi dengan perwakilan massa aksi FSPK-KSNusantara dan STAKAR (Serikat Tani Karawang), Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karawang, Zico Extrada memberikan penjelasan mengenai alasan kenapa tersangka dugaan korupsi dam parit (bendungan air) Dinas Pertanian Karawang belum ditetapkan.

Dijelaskan Zico, saat ini Kejaksaan Negeri Karawang masih sedang menunggu hasil perhitungan kerugian negara untuk kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) SMKN 2 Karawang Tahun Anggaran 2018 senilai Rp 4 miliar, serta dugaan korupsi DAK 2018 Dinas Pertanian Karawang senilai Rp 9,5 miliar.

Ditambahkan Zico, sebenarnya Kejaksaan juga berharap agar hasil perhitungan kerugian negara segera keluar. Sehingga pihaknya bisa segera menetapkan tersangka korupsi di Dinas Pertanian Karawang. “Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lagi bisa segera umumkan tersangka untuk Dinas Pertanian ini,” tutur Zico Extrada, saat ditemui BaskomNews.com, di ruang kerjanya, Jumat (14/8/2020).

Untuk korupsi Dinas Pertanian, sambung Zico, untuk pemeriksaan saksi di tingkat penyidikan Kejaksaan harus melakukan pemanggilan berulang-ulang. Terlebih, proses penyidikannya sempat tehenti karena kondisi Covid-19.

“Makanya kemarin kita panggil lagi kita panggil lagi. Dan sekarang kita meminta BPKP untuk menghitung kerugian negara itu,” tutur Zico.

“Memang situasi pandemic covid-19 juga. Giliran kita sudah selesai melakukan penyelidikan, kondisi BPKP belum bisa ke Karawang karena kondisi Covid-19,” katanya. (red)