Sayuti Haris Akui Ada ‘Titipan’, Bupati Cellica Malah Kecewa Struktur Kepengurusan KONI

oleh -
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

BaskomNews.com – Menjawab tudingan beberapa nama ‘titipan’ Orang Nomor Satu di dalam struktur Kepengurusan KONI Karawang 2020-2024, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana akhirnya angkat bicara.

Setelah sebelumnya Ketua KONI Karawang, Sayuti Haris mengaku tidak bisa berbuat banyak karena ada sejumlah nama pengurus KONI yang baru merupakan ‘titipan’ orang nomor 1 di Karawang (Bupati Karawang), namun pernyataan berbetentangan justru disampaikan Bupati Cellica.

Bupati Cellica justru malah mengaku kecewa atas proses dan hasil dari pengisian pengurus di organisasi induk olahraga ini. Cellica Nurrachadiana  tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas pengisian kepengurusan KONI periode ini.

“Terus terang saya kecewa. Ada beberapa kesalahan hal yang menurut saya krusial,” tutur Bupati Cellica, dilansir dari JabarNet.com.

Pertama kata Bupati, yaitu soal nama-nama pengurus yang berbeda dengan yang diajukan. “Dalam draft SK pengurus yang diajukan kepada saya, ternyata berbeda dengan SK yg sekarang ada,” tandas perempuan ini.

Kemudian masalah lainnya ialah komposisi kepengurusan yang tidak berimbang antara politisi dan professional. “Seharusnya imbang antara politisi dan professional. Kalau saya lihat sekarang keterwakilan politik justru lebih mendominasi dibanding profesional,” timpal bupati.

Belum lagi, ia mengaku heran jika ada yang menyebut pengurus KONI titipan penguasa. “Katanya pengurus KONI titipan penguasa. Sekarang dibuka aja. Partai A dapat berapa, Partai B dapat berapa. Kalau memang titipan penguasa, partai saya Demokrat harusnya paling banyak dong. Nyatanya, Demokrat aja dapat 4, itu pun 2 mengundurkan diri. Jadi tinggal 2. Jadi apanya yang titipan penguasa?,” terang Bupati Cellica dengan nada kecewa.

Cellica juga menyayangkan Musorkab yang digelar KONI Karawang terkesan mendadak dan terburu-buru. “Kok mau buru-buru Musorkab dan pelantikan itu kenapa sih?. Ada apa?. Padahal kan bisa nanti nunggu semuanya fix dulu. Komunikasinya tuntas dulu. Ini mah tiba-tiba Musorkab dan pelantikan. Ada kepentingan apa sih?,” tanya balik Bupati Cellica.

Jika melihat gelagat yang demikian, wajar jika Cellica menduga ada agenda lain dalam pelantikan yang dipercepat ini. Padahal sambung dia, andaikan memang ada agenda politik jelang Pilkada pun, KONI tidak punya pengaruh signifikan karena bukan organisasi politik.

Oleh karena itu ia berharap agar ke depan kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Cellica juga berpesan agar KONI tidak diarah-arahkan atau dipengaruhi oleh segelitir orang. “KONI Jangan mau disetir oleh satu atau dua orang. KONI harus profesional dan bersih dari kepentingan politik apapun,” tutupnya singkat.

Sebelumnya, Ketua KONI Karawang, Sayuti Haris mengakui jika pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena ada sejumlah nama pengurus KONI yang baru itu merupakan ‘titipan’ orang nomor 1 di Karawang (Bupati Karawang).

“Kita (KONI Karawang) yang mengusulkan susunan pengurus. Tapi atas persetujuan Ibu Bupati. Kalau tidak setujui diubah lagi. Itu etika saja, kalau hak yang menyusun pengurus sebenarnya hak prerogatif kita dari KONI,” tutur Sayuti Haris, kepada BaskomNews.com, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung KONI Kabupaten Karawang, Kamis (06/08/2020). (red)