Merubah Prostitusi Se’er Menjadi Pusat Kegiatan Dakwah Islam

oleh -

BaskomNews.com – Se’er, bagi masyarakat Kabupaten Karawang, siapa yang tidak mengenal tempat prostitusi ini. Se’er sempat disebut-sebut hanya menjadi citra buruk Kabupaten Karawang yang bukan hanya dikenal sebagai Kota Pangkal Perjuangan. Melainkan Kota Lumbung Padi yang cukup memiliki banyak pusat kegiatan keagamaan dengan banyaknya pondok pesantren serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

Bagaimana tidak, tempat prostitusi di Kabupaten Karawang ini terletak di wajah atau di tengah-tengah wilayah perkotaan, tepatnya berada di wilayah Stasiun Kereta Api Karawang.

Entah apa persoalannya, sebelumnya salah satu tempat prostitusi di Karawang ini dianggap sulit untuk dihilangkan. Bagaimana tidak, setiap tahunnya Se’er selalu digusur atau ditertibkan setiap kali menjelang momentum bulan suci ramadhan.

Namun berselang beberapa hari kemudian, tempat prostitusi ini terlihat kembali kokoh berdiri. Sehingga sempat berhembus kabar ada beberapa oknum tertentu yang mengais keuntungan dari tempat prostitusi ini. Sehingga tak heran jika Se’er selalu kembali kokoh berdiri, meskipun sempat beberapa kali digusur Satpol PP.

Namun menjelang momentum HUT Kemerdekaan RI, beberapa Ormas Islam, tokoh agama dan tokoh masyarakat berencana merubah tempat prostitusi Se’er menjadi pusat dakwah atau kegiatan agama islam. Tak tanggung-tanggung, mereka akan membangun Masjid Sabilu Rosyad dan Islamic Center di kawasan Se’eR.

Minggu (9/8/2020), beberapa tokoh Ormas Islam, tokoh agama dan tokoh masyarakat berkumpul di Se’er untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Se’er dengan dihadiri langsung Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.

Dengan kegiatan Deklarasi Kemerdekaan Se’er dari Penjajahan Kemaksiatan dengan tema ‘Wajah Karawang tanpa Kemaksiatan, dan Selamatkan Generasi Bangsa dari Penjajahan Pelacuran’, mereka berhadap ke depan tidak ada lagi aktivitas prostitusi dan kemaksiatan lainnya di Kawasan Se’er.

Melalui kesempatan ini, Bupati Cellica mengucapkan rasa terima kasih kepada para tokoh agama, ormas islam, tokoh pemuda dan masyarakat, tokoh politik dan stakeholder lainnya yang memiliki keinginan untuk merubah image Se’er.

Atas dasar semangat penyatuan visi misi, pada akhirnya prostitusi Se’er akan dibangunkan masjid dan islamic center. “Insya Allah, ini akan membawa keberkahan bagi masyarakat Karawang, dan menjadi proses peradaban sejarah buat di Karawang, yaitu dimana tempat hal yang gak baik menjadi suatu tempat yang mulia,” kata Bupati Cellica.

Ketua Front Pembala Islam (FPI) Karawang, Tomi Miftah Faried menjelaskan jika Se’er akan dibangunkan masjid berukuran 12×12 meter ditambah dengan 5 meter di belakang dan 5 meter di depan masjid. Tidak hanya digantikan dengan bangunan masjid, pihaknya pun akan membuat sejumlah lapak warung bagi mereka yang tidak terlibat dalam prostitusi.

“Insya Allah nanti ini tempat akan menjadi ramai oleh kegiatan keislaman (semacam ismaic center kecil-kecilan),” katanya.

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, Tajuddin Nur yang hadir dalam kegiatannya akan mendukung rencana pembangunan masjid di kawasan Se’er. Terlebih, sudah sejak dulu pemerintah dan tokoh agama sudah melakukan upaya untuk merubah Se’er.

“Seperti di Jakarta, Kramatjati akhirnya sekarang jadi Islamic Center. Insya Allah saya mendukung (pembangunan masjid),” tandasnya. (red)