Launching MP3i Jabar, Menuju Kemandirian Pesantren Pasca Covid-19

oleh -

BaskomNews.com – Sekitar 70 kiyai dan pimpinan pondok pesantren berkumpul di Pondok Pesantren Attarbiyah Desa Ciwulan Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang, Sabtu (8/8/2020). Kedatangan mereka dalam rangka launching Program MP3I
(Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-indonesia) Peduli.

Melalui MP3i, beberapa pondok pesantren di Jawa Barat yang sudah mengikuti tahapan seleksi administratif akan mendapatkan bantuan program untuk mendukung kemandirian pesantren di era new normal atau pasca pandemi Covid-19.

Ada 3 pilar agenda dalam program MP3i Peduli ini. Pertama, protap penanganan covid-19 bagi para santri, tenaga pengajar, keluarga kiyai, hingga masyarakat di sekitar lingkungan pondok pesantren. Kedua Recovery Ekonomi, yaitu dimana MP3i menginisiasi dan menjembatani pelaku bisnis dan pemerintah untuk turut menghidupkan peluang usaha dan UMKM di lingkungan pesantren.

Ketiga, transformasi sistem pendidikan pesantren berbasis digital dalam mengoptimalkan teknologi informasi dalam proses belajar para santri.

“Kita berharap seluruh rencana aksi gerakan kemandirian masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 berbasis pondok pesantren bersama pemerintah, upaya percepatan penanganan covid-19 dapat terlaksana dengan baik,” tutur Gus Arif Rachman, Penanggungjawab Kegiatan Launching MP3i Peduli.

Pimpinan Pondok Pesantren Attarbiyah, KH. Ahmad Ruhyat Hasbi mengucapkan banyak terima kasih, karena pondok pesantrennya dijadikan lokasi tuan rumah launching program MP3i Peduli.

“Sejak tadi pagi sudah ada 70 kiyai dan pimpinan pesantren berkumpul di sini. Semoga program ini dapat mewujudkan kemandirian pesantren di era new normal atau pasca covid-19 nanti,” harapnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenaker dengan Lembaga MP3i Peduli. Dijelaskannya, ada sekitar 40 hingga 50 pondok pesantren di Kabupaten Karawang yang akan mendapatkan program ini.

Namun baru ada 38 pesantren yang diajukan, karena alasan berbenturan dengan regulasi baru tentang pendirian pondok pesantren. “Sisanya sedang proses administrasi, karena kaitan adanya aturan baru soal pondok pesantren,” tandas Wabup Jimmy yang masih dikenal sebagai Panglima Santri Karawang. (Adk)