Anggaran Ratusan Juta Musorkab KONI juga Disorot

oleh -
Asep Agustian, SH,MH.

BaskomNews.com – Selain persoalan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Karawang yang banyak diisi anggota dewan, politisi hingga pejabat eselon, persoalan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI yang menghabiskan anggaran hingga ratusan juta juga ikut disoroti Praktisi Hukum Karawang, Asep Agustian SH, MH.

Pasalnya, Asep Agustian menilai jika penganggaran Muskorcab KONI Karawang tidak rasional. “Sekarang penganggaran saja begitu signifikan. Saya gak yakin tuh untuk penganggaran Muskorcab bisa menghabiskan anggaran sampai dua ratus jutaan lebih gitu,” ungkap Asep Agustian, kepada BaskomNews.com, Kamis (06/08/2020).

Oleh sebab itu, Askun (sapaan akrab) meminta kepada Kepala Seksie (Kasie) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, guna melakukan penyelidikan terhadap proses penyelenggaraan Musorcab KONI Kabupaten Karawang.

“Nah, saya hanya minta kepada aparatur penegak hukum, dengan adanya pelaksanaan Musorcab itu, benar tidak itu uang sampai habis segitu. Kalau itu tidak benar, siapa yang memakan anggaran itu?. Saya meminta kepada Kasie Intel Kejaksaan Negeri Karawang untuk menyelidiki anggaran pelaksanaan Musorcab KONI Karawang ini,” tegasnya.

“Gila ini duit, sudah dalam keadaan seperti ini (wabah pandemi Covid19) sampai menghabiskan anggaran ratusan juta untuk perihal seperti itu saja. Sedangkan KONI Karawang saja minim dengan prestasi yang di raihnya. Sekarang menempatkan orang yang seperti itu, mau ngapain?. Katanya kita harus tetap jaga jarak, tetap menghimbau, tetap menghemat, membantu kepada yang terdampak wabah pandemi Covid19, di hajar untuk pembiayaan KONI yang seperti ini sampai ratusan juta, gila,” jelasnya.

Askun juga mencontohkan banyaknya kepengurusan KONI Kabupaten Karawang yang diisi oleh kalangan partai elite politik hingga pejabat eselon.

“Contohnya sekarang ini ada seorang kepala bidang kedinasan sebagai PNS, pekerjaan dia aja dulu beresin entar lama-lama ketika ini semua gak beres dan ketika ada indikasi temuan untuk meraup sebuah keuntungan pribadi maupun secara kelompok, mampus tuh,” cetusnya lagi.

Sementara, sesuai Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) pasal 40 yang berbunyi pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegitan jabatan struktural dan jabatan politik.

“Bukan apa-apa, karna ini tuh ada dana hibah. Mempertanggungjawabkannya mau seperti apa nantinya, kenapa sih tidak mempercayakan kepada lain orang saja?. Kan masyarakat Kabupaten Karawang ini banyak orang pintarnya yang mengerti tentang olahraga yang mampu menjalankan maupun mencapai sebuah prestasi yang lebih fokus pada bidang olahraganya itu,” katanya.

Kemudian di PP No 16 tahun 2007 pasal 56 ayat (1) berbunyi pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegitan struktural dan jabatan publik, ayat (2) Dalam menjalankan tugas, kewajiban dan kewenangannya, pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus bebas dari pengaruh dan intervensi dari pihak manapun untuk menjaga netralitas dan menjamin keprofesionalan keolahragaan, ayat (3) pengurus sebagai mana dimaksud pada ayat (1) dilarang memegang suatu jabatan yang menunjukan tugas tanggungjawab, wewenang dan hak seorang pegawai negri sipil dan militer dalam rangka memimpin suatu organisasi negara atau pemerintah, antara lain, jabatan eselon didepartemen atau lembaga pemerintahan non departemen, ayat (4) pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang memegang suatu jabatan publik yang diperoleh melalui suatu proses pemilihan langsung oleh rakyat atau di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, antara lain Presiden/Wakil Presiden dan harus anggota kabinet, gubernur/wakil gubernur, Bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota, anggota DPR RI, anggota DPRD, hakim agung, anggota komisi yudisial, Kapolri dan TNI.

“Apakah dengan duduknya para wakil rakyat beserta para PNS dan pengurus-pengurus partai politik di KONI itu akan bisa maju?, Wallahuallam. Saya belum pastikan itu KONI akan bisa maju, karena apa?. Ketika toh ada rapat ada demo atau hal lainnya yang berbenturan dengan agenda kegiatan KONI dan agenda kegiatan para pejabat itu, mau dimundurkan agenda kegiatannya?. Gak bisa gitu dong, belum dia rapat paripurna atau rapat-rapat lainnya atau kunjungan kerja yang bersamaan waktunya dengan agenda kegiatan KONI juga, mau ngomong apalagi?. Apakah bisa di wakilkan?. Nah sudah seperti itu pada akhirnya bakal pada cuci tangan nantinya,” ungkapnya lagi.

“Kalau sudah jadi wakil rakyat ya wakil rakyat saja, jalankan tupoksinya sebagai wakil rakyat, begitupun dengan para Pejabat PNS juga, yang jadi PNS, ya PNS saja. Kan begitu ya,” jelasnya.

Diharapkan Askun juga, dengan adanya komentar statement dari dirinya, para wakil rakyat ini untuk berpikir lagi.

“Berpikirlah panjang, mundur dari jabatan itu di KONI, dilanjutkan bukan tambah benar, pasti akan mendapatkan sorotan-sorotan yang tidak baik dari dalam maupun dari luar, seperti saya dari luar yang akan menyoroti terus. Akan saya pantau itu mau gimana-gimana juga, nanti konyol pada akhirnya. Sekarang kita sudah jadi dewan sudah jadi wakil rakyat, kontrolingnya kepada pemerintahan termasuk kepada KONI juga karena ada dana hibahnya juga kan disitu, kan begitu mekanisme yang baik mah,” harapnya.

Askun juga meminta kepada para wakil rakyat untuk tidak mempolitisasi dengan adanya keberadaan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Karawang dan Kader partai politik Karawang.

“Jangan di bawa-bawa dong unsur politik ke olahraga, sudah cukup jangan dipolitisasi yang namanya KONI ini jangan, saya berharap kepada para wakil rakyat yang terhormat yang duduk di kepengurusan KONI ini untuk mundur. Persoalan akan menjadi lain pada nantinya, kalau tidak percaya ya silahkan saja. Mangga dibuktikan, dan saya pastikan bahwa itu akan disoroti terus,” tegasnya.

“Apasih yang sudah dihasilkan oleh KONI dari dulu sampai sekarang?. Pesan saya hanya satu, mundur kalau tidak mau masuk ke dalam jurang , itu saja,” pungkasnya menegaskan. (CR1)