Satgas Citarum Harum Mulai Selidiki Penyebab Citarum Menghitam dan Berbau

oleh -

BaskomNews.com – Satgas Citarum Harum mulai melakukan penyelidikan, terkait penyebab Sungai Citarum Kabupaten Karawang Jawa Barat yang kondisinya hitam pekat, berbau dan menyebabkan banyak ikan-ikan mati.

Pasca kejadian ini, kabarnya pengawasan sistem pembuangan limbah pabrik-pabrik di bantaran Sungai Citarum juga bakal diperketat.

Ketua Harian Satgas Citarum Harum, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim menyebut bahwa pihaknya telah meninjau sungai itu mulai dari sektor 16 pada hari Selasa (04/08/2020) sore hingga Rabu (05/08/2020) pagi. Menurutnya, dari wilayah Walahar hingga Klari, air Sungai Citarum masih terlihat normal.

“Kemudian tadi penggalian juga dekat pintu. Dari Klari hingga seterusnya air mulai berubah warna menjadi hitam dan berbau,” ujar Dedi kepada BaskomNews.com, di sela peninjauan Sungai Citarum di Babaton, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Rabu (05/08/2020).

Menurut Dedi, ada tiga kemungkinan air Sungai Citarum di Karawang hitam dan berbau. “Kemungkinan hal itu terjadi akibat sedimentasi sungai yang sudah bertahun-tahun naik ke permukaan saat debit air kurang. Kemudian limbah domestik dan dugaan perusahaan nakal yang membuang limbah tanpa diolah,” jelasnya.

Bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Satgas Citarum telah melakukan pengambilan sampel di empat titik lokasi yang berbeda untuk dilakukan uji laboratorium. “Kita juga ambil sampel agar bisa diketahui penyebabnya,” kata dia.

Sebagai solusi awal, pihaknya telah meminta Perum Jasa Tirta (PJT) II untuk menggelontorkan air ke Citarum yang kini berubah warna dan menyebabkan ikan-ikan mati.

Hanya saja, pintu bendung di Walahar itu hanya bisa dibuka selama 15 menit, lantaran khawatir mengganggu suplai air ke wilayah pertanian. “Ini upaya awal. Nanti kita terus pantau,” ujar Dedi.

Satgas Citarum Harum juga bakal mengetatkan pengawasan sejumlah muara pembuangan limbah industri yang berada di bantaran sungai tersebut.

Sebab, kondisi sumber air dari alam sangat kurang ketika memasuki musim kemarau. “Penegak hukum yang tergabung dalam Satgas akan melakukan pengecekan di wilayah industri,” tegas dia.

Dedi mengakui bahwa saat ini air yang berada di Sungai Citarum dari hulu hingga hilir didominasi oleh buangan limbah industri dan rumah tangga.

Diberitakan sebelumnya, hampir satu pekan kondisi air Sungai Citarum di Karawang menghitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan sejumlah ikan mulai dari tawes, lundu, jambal hingga sapu-sapu mati. (CR1)