Penjelasan DLHK Soal Sungai Citarum Menghitam dan Berbau

oleh -

BaskomNews.com – Aliran Sungai Citarum yang akhir-akhir ini kondisinya terlihat hitam pekat dan berbau disertai banyaknya ikan mati, sontak menjadi sorotan banyak pihak, khususnya para aktivis pecinta lingkungan.

Pasalnya, sampai hari ini masih banyak masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang secara tidak langsung bergantung pada aliran Sungai Citarum, baik terkait kebutuhan pangan, air bersih, irigasi dan lain sebagainya.

Oleh karenanya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang pada hari Senin (03/08/2020) siang, bersama Kodim 0604 Karawang, turun langsung melakukan sidak di Outfall PT. Pindodelli.

“Sidak kemarin dilakukan berdasarkan informasi masyarakat bahwa Sungai Citarum saat ini kondisinya menghitam karena adanya perusahaan-perusahaan atau industri yang diduga membuang limbahnya ke Citarum,” kata Kepala DLHK Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, kepada BaskomNews.com, Selasa (04/08/2020).

Namun demikian menurut Wawan, setelah diambil sample air, ternyata air sungai tersebut masih sesuai dengan baku mutu dan masih dalam batas normal.

“Memang tidak bersih amat, tapi masih dalam batas normal. Oleh karenanya sample air ini akan kita uji di laboratorium kami, apakah betul masih sesuai atau tidak dengan baku mutu,” ungkap Wawan.

Wawan juga menjelaskan, mengapa air Sungai Citarum ini berwarna hitam pekat, hal itu karena disebabkan karena sedang adanya aktivitas pengerukan lumpur di Bendungan Walahar.

“Posisi air Citarum dari bendungan Walahar sedang di Nol-kan karena adanya pengerukan lumpur di bawah bendungan. Adapun air yang mengalir ke Citarum dari Outpall yang telah diolah melalui Water Treatment Plant (WTP) sudah sesuai baku mutu. Dan endapan lumpur di dasar sungai yang muncul ke permukaan menjadi penyebab mengapa air sungai menjadi hitam,” katanya.

Aktivitas pengerukan di Bendungan Walahar.

Disebutkan Wawan, tidak ada pembuangan di Outfall PT Ardi Putro. Bahkan kondisi Outfall PT Kanvas pun kering tak ada pembuangan, sama halnya kondisi air sungai Citarum di sekitar Outfall PT Pully dan PT Pindodelli I, perusahaan-perusahaan ini terlihat bersih pada pembuangannya.

“Semua data di atas dari sample air yang diambil oleh teman-teman patroli sungai, sampel airnya ada dan tidak hitam, yang hitam itu dasarnya atau sedimennya,” katanya lagi.

Kembali dijelaskan Wawan, pihaknya selalu mengingatkan kepada perusahaan-perusahaan atau industri yang kerap membuang limbahnya ke sungai, untuk berpikir dua hingga tiga kali. Karena ditegaskannya, ada Satgas Citarum Harum yang terus melakukan monitoring.

Disoal mengenai ikan-ikan sungai yang mati, Wawan menjelaskan hal itu karena debit air yang minim, sehingga airnya jenuh tidak ada pengenceran dari air Bendungan Walahar yang sedang dikeruk. Ditambah lagi cuaca panas saat ini, sehingga asupan oksigen menjadi berkurang.

“Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan ikan-ikan ini mati,” tandasnya. (CR1)