Jimmy Bertemu Nurlatifah, Apakah Pertanda Jimmy-Gina Lagi?

oleh -

BaskomNews.com – Mendekati satu bulan pendaftaran bakal pasangan calon dari partai politik pada 4-6 September 2020 ke KPU Karawang, konstalasi politik Pilkada Karawang 2020 terus berubah-ubah. Yaitu dimana peta politik bakal pasangan calon dari parpol terlihat semakin dinamis.

Cellica Nurrachadiana-H. Aep Syaepulloh.

Calon incumbent Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang/Ketua DPC Demokrat Karawang) yang sebelumnya diisukan akan maju dengan Sekda H. Acep Jamhuri, kini diisukan sedang ‘mesra’ dengan jagoan dari PKS, H. Aep Syaepulloh (pengusaha).

Yessi Karya Lianti-Adly Fairuz.

Sementara, jagoan dari PDI Perjuangan dr. Yessi Karya Lianti yang sebelumnya coba ‘kawinkan’ dengan Firlie Ganinduto (Politisi Golkar/Putra dari Bendahara Umum DPP Golkar), kini tiba-tiba mengkampanyekan diri dengan bakal calon wakil bupati dari kalangan artis, Adly Fairuz (Yessi-Adly).

Begitupun dari kubu pesaing petahana, yaitu H. Ahmad Zamakhsyari (Wakil Bupati Karawang/Ketua DPC PKB Karawang). Politisi yang lebih akrab disapa Kang Jimmy ini sebelumnya ‘banting setir’ mencoba menggandeng Yusni Rinzani, Anggota DPRD Karawang Dapil 2 dari Fraksi Gerindra. Setelah sebelumnya bidikan calon wakilnya Gina Fadlia Swara masih ‘keukeuh’ ingin menjadi Karawang Satu.

Namun inilah politik yang selalu bersifat dinamis. Tiba-tiba beberapa hari kemarin Kang Jimmy bersilaturahmi ke kediaman Hj. Nutlatifah (Ibunda dari Gina Fadlia Swara). Apakah pertemuan tersebut akan menjadi pertanda Jimmy-Gina atau tetap Jimmy-Yusni?.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi BaskomNews.com, silaturahmi Kang Jimmy ke kediaman Hj. Nurlatifah sama sekali tidak membicarakan peta politik Pilkada. Pertemuan tersebut dikabarkan hanya sekedar silaturahmi biasa dari seorang anak kepada orangtuanya (tokoh politik).

Sementara dari tim internal Kang Jimmy sendiri, sampai saat ini mereka tidak mempermasalahkan Kang Jimmy akan berpasangan dengan siapapun, Jimmy-Yusni, Jimmy-Gina atau Jimmy dengan siapapun. Kabarnya mereka tetap akan satu komando mendukung pencalonan Kang Jimmy di Pilkada 2020.

Jika harus kembali Jimmy-Gina, tim relawan Kang Jimmy akan tetap mendukungnya dengan sepenuh hati. Katanya, bagi mereka tidak ada istilah Jimmy-Gina balikan lagi atau baikan lagi. Karena secara ‘de jure’, sebelumnya Jimmy-Gina belum ada rekomendasi resmi dari DPP masing-masing parpol. Meskipun secara ‘de facto’, kampanye Jimmy-Gina jauh lebih dulu dibandingkan dengan kampanye Jimmy-Yusni.

“Mau Jimmy-Gina atau Jimmy-Yusni atau bahkan Jimmy-Ajang Sopandi sekalipun, bagi kami di internal relawan tidak pernah ada masalah. Yang penting calon bupatinya Kang Jimmy,” tutur Ace Sudiar, Ketua Raja Merah (Relawan Ahmad Zamakhsyari Jalur Merah), saat dikorek informasinya oleh BaskomNews.com, Minggu (2/8/2020).

“Prinsip bagi kami, Karawang butuh bupati baru yang tegas dan berkarakter, pecinta yatim penyayang jompo seperti Kang Jimmy,” timpal mantan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Karawang ini.

Pertemuan Kang Jimmy dengan Hj. Nurlatifah.

Sementara saat dikonfirmasi langsung, Kang Jimmy membenarkan jika pertemuannya dengan Bunda Hj. Nurlatifah beberapa hari kemarin tidak ada pembicaraan sedikitpun soal Pilkada Karawang. Namun diakuinya, kemungkinan pasangan Jimmy-Gina masih ada. Oleh karenanya, sejak awal Kang Jimmy mengaku sudah sepenuhnya menyerahkan keputusan rekomendasi ke DPP Partai Gerindra.

“Dari awal Akang sudah bilang, kalau Akang gimana Pak Prabowo (DPP Gerindra). Karena kalau di internal DPP PKB insya Allah sudah aman mengusung akang,” kata Kang Jimmy, Senin (3/8/2020).

Kembali ditegaskan Kang Jimmy, mau Jimmy-Yusni atau Jimmy-Gina, semua keputusan akan diserahkan kepada DPP Gerindra. “Jangankan Jimmy-Gina atau Jimmy-Yusni, akang kira pasangan kandidat dari parpol lain juga sama, masih dinamis,” tuturnya.

Bagi Kang Jimmy, yang terpenting bagi Pilkada Karawang 2020 bukan hanya sekedar dengan siapa ia harus berpasangan. Tetapi ada hal jauh tidak kalah penting, yaitu menyangkut visi misi dan program yang akan disuguhkan ke masyarakat, khususnya terkait program di dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran yang jauh-jauh hari sudah disoalisasikan para relawannya.

“Mohon doanya saja, ketika Karawang dipimpin oleh putra-puteri asli Karawang, semoga persoalan klasik pembangunan seperti kemiskinan dan pengangguran bisa cepat selesai. Karena sebetulnya yang dibutuhkan Karawang saat ini adalah ketegasan seorang pemimpin,” tutup Kang Jimmy. (red)