Pelaku Pembacokan Tawuran Pelajar Diringkus Tim Anaconda Polres Karawang

oleh -

BaskomNews.com – Seorang pelaku pembacokan tangan hingga putus saat aksi tawuran antar pelajar pada Kamis (16/07/2020) pekan lalu di jalan Interchange Karawang, tepatnya di depan Terminal 163 Karawang Hijau Desa Purwadana Kecamatan Telukjambe Timur, berhasil diringkus Tim Anaconda Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karawang.

Kapolres Karawang, AKBP Arif Rachman Arifin melalui Kasat Reskrim AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, tersangka berinisial AF (15) berhasil diamankan oleh jajarannya.

“AF merupakan seorang pelajar dari SMK Bina Karya Dua (BK-2) dan ditangkap di depan rumahnya pada hari Minggu (19/07/2020). AF sebelumnya sempat menghilang setelah membacok korban saat terlibat tawuran,” terangnya kepada BaskomNews.Com, Kamis (23/07/2020).

“Kita juga telah mengamankan senjata tajam (Sajam) jenis cerulit di sebuah solokan yang jauh dari tempat kejadian perkara (TKP),” kata Bimantoro.

Menurut Bimantoro, saat dilakukan pemeriksaan tersangka AF, tersangka sempat membantah telah melakukan pembacokan terhadap korban. Namun setelah dikonprontir keterangan kepada sejumlah saksi, akhirnya tersangka mengakui perbuatnya telah membacok tangan korban ZH (15) hingga putus.

“Hasil dari pemeriksaan ternyata korban dan tersangka ini sudah saling kenal sejak lama, dan mereka musuhan. Korban pun mengakui kalau yang membacok tangannya adalah tersangka AF,” ungkap Bimantoro.

Dengan tersangka masih di bawah umur, sambung Bimantoro, pihaknya melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas (Bapas) Bandung untuk penelitian kemasyarakatan terhadak Anak.

“Selain dengan Bapas, kita juga koordinasi dengan Peksos pada Dinas Sosial Karawang menyangkut pemeriksaan anak sebagai saksi,” tuturnya.

Tersangka AF terancam dikenai pasal 80 Ayat 2 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

“Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta,” terangnya.

Sebelumnya, seorang pelajar SMK Taruna Karya 1, berinisial ZH (15) yang baru pulang masa orentasi sekolah (MOS), telapak tangan putus usai melakukan aksi tawuran di depan Terminal 163 Karawang Hijau Jalan Interchange Karawang Barat Desa Purwadana Kecamatan Telukjambe Timur sekitar pukul 15.00 wib, Kamis (16/07/2020) pekan lalu.

Berdasarkan informasi di lapangaan, peristiwa tawuran antar kedua kelompok pelajar dari SMK Taruna Karya 1 dengan SMK Bina Karya 2. Menurut salah satu teman korban, Rizwan (15) mengatakan, korban ZH (15) bersama teman lainnya membawa motor usai masa orentasi sekolah (MOS).

Pulang MOS korban mengajak Rizwan untuk tawuran, saat itu dirinya mengemudikan motor milik Rizaldi, sedangkan ZH membonceng. Mereka beserta siswa TK-1 lainnya yang sekitar 20 orang berangkat menuju tempat kejadian perkara di dekat Terminal 163 Karawang Hijau.

“Namun tiba di TKP, sekelompok siswa SMK BK-2 telah menunggu. Korban turun dari motor, bersama siswa TK-1 lainnya lalu saling serang dengan siswa BK tersebut, sedangkan saya menunggu di motor,” pungkasnya. (CR1)