Kuda Hitam Intenal Demokrat, Saat Cellica Tak Lirik Aep Saepulloh atau Acep Jamhuri

oleh -
Cellica Nurrachadiana, H. Jenal Aripin, Deddy Indrasetiawan (dari kiri ke kanan).

BaskomNews.com – Beberapa nama terus digadang-gadang bakal menjadi calon pendamping Cellica Nurrachadiana di Pilkada Karawang pada 9 Desember 2020 mendatang. Yaitu seperti nama H. Aep Saepulloh dari PKS maupun dari unsur Aparatur Negeri Sipil (ASN) seperti Sekda H. Acep Jamhuri.

Beberapa nama calon pendamping Cellica tersebut semakin mengerucut dalam perbincangan publik Karawang. Termasuk beberapa nama di internal Partai Demokrat Karawang sendiri, yaitu seperti H. Jenal Aripin maupun Deddy Indrasetiawan.

Sebagai ‘partai penguasa’ di legislatif Karawang dengan modal 9 kursi, Cellica Nurrachadiana diprediksi bakal melenggang dengan mudah untuk mendaftar pencalonannya kembali ke KPU Karawang. Bagaimana tidak, Partai Demokrat hanya membutuhkan quota 1 kursi lagi untuk syarat pendaftaran Cellica Nurrachadiana sebagai calon petahana.

Dasar hanya butuh 1 kursi lagi inilah yang kemudian muncul rumor adanya kemungkinan besar Cellica Nurrachadiana bakal mengambil calon wakilnya dari internal Partai Demokrat, ketika Cellica Nurrachadiana sudah tidak lagi melirik nama H. Aep Saepulloh maupun H. Acep Jamhuri.

Alasannya cukup sederhana, yaitu dimana Cellica Nurrachadiana menginginkan sinergitas kinerja pemerintahan yang lebih baik, jika saja wakilnya diambil dari internal partai sendiri.

Bidikannya tentu saja nama H. Jenal Aripin maupun Deddy Indrasetiawan yang saat ini sedang ramai diperbincangkan bakal menjadi ‘kuda hitam’ calon wakil bupati dari internal Partai Demokrat.

Siapakah sebenarnya calon wakil bupati yang akan dipilih Cellica?. Kapankah Cellica akan mengumumkan hasil ikhtiar politiknya dalam memilih calon wakil?.

Rumor politik lain menyebutkan, jika Cellica Nurrachadiana akan mengambil kebijakan politik ‘last minute’ dalam menentukan pilihan calon wakilnya. Yaitu seperti halnya Pilkada Karawang Tahun 2015 lalu, dimana Cellica meminang H. Ahmad Zamakhsyari pada saat masa ‘injury time’ H-1 pendaftaran ke KPU Karawang.

Terlepas dari rumor politik tersebut, redaksi BaskomNews.com mencoba mengorek informasi dari kesiapan H. Jenal Aripin maupun Deddy Indrasetiawan yang terus digadang-gadang bakal menjadi calon pendamping Cellica Nurrachadiana.

Pertama H. Jenal Aripin. Sosok politisi dan pengusaha muda Karawang ini merupakan mantan Bendahara DPC PKB Karawang yang berpindah haluan ke Partai Demokrat. Gaya komunikasi serta jiwa sosialnya yang luwes bisa menjadi modal dasar salah satu kelebihannya sebagai kuda hitam di internal Partai Demokrat Karawang.

H. Jenal Aripin juga sempat mengikuti penjaringan terbuka Bakal Calon Bupati Karawang dari PDI Perjuangan maupun dari Partai Gerindra. Sehingga beberapa komunikasi politiknya dengan politisi di Poros Juang (PDI Perjuangan, PAN, PAN, PBB dan Hanura) juga terlihat masih aktif sampai saat ini.

Terlebih, H. Jenal Aripin juga sempat dikabarkan menjadi salah satu nama yang direkomendasikan DPD Partai Golkar Karawang ke DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk Pilkada Karawang.

Saat ditemui redaksi BaskomNews.com pada Senin (6/7/2020), H. Jenal Aripin menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Cellica Nurrachadiana di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

“Jika diintruksikan partai dan teteh menghendaki, ya harus patuh pada intruksi partai. Insya Allah siap…,” tutur H. Jenal Aripin dengan pernyataan sikap politik yang sepertinya tidak ragu lagi untuk ikut meramaikan kontestasi Pilkada Karawang.

Bahkan saat disinggung kesiapan ‘logistik pilkada’, Wakil Bendahara DPC Partai Demokrat Karawang ini menjawabnya tanpa ragu. “Kalau dari awal kita sudah Bismillah, artinya kesiapan itu (logistik pilkada) juga kita sudah siap,” tuturnya.

Menurut H. Jenal Aripin, ada perbedaan cukup mencolok antara pengusaha yang merambah dunia politisi dengan politisi yang merambah menjadi pengusaha. Salah satu perbedaan itu adalah dalam hal kalkulasi ‘cost politic’ saat pertarungan akan dimulai.

“Makanya, kalau kita insya Allah dari awal sudah hitung-hitungan ke arah situ (logistik pilkada). Maka segala macam bentuk konsekuensi apapun sudah kita perhitungkan,” kata H. Jenal Aripin.

Di kesempatan berbeda Selasa (7/7/2020), Deddy Indrasetiawan juga menyatakan sikap politiknya saat disinggung masuk kategori kuda hitam di internal Partai Demokrat Karawang.

Sedikit berbeda dengan pernyataan yang dilontarkan H. Jenal Aripin, Deddy Indrasetiawan memang menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Cellica Nurrachadiana di Pilkada 2020. Namun sebagai ‘Newcomer’ di dunia perpolitikan Karawang, Deddy Indrasetiawan mengaku tidak ingin terlalu ‘ambisius’ di dalam mengejar karir politik yang pada akhirnya malah menjatuhkannya.

Meskipun sebenarnya, 13 ribu suara lebih di Dapil 6 Karawang yang mengantarkannya ke kursi legistatif Karawang pada Pileg 2019 lalu dapat menjadi modal awal kekuatannya untuk menjadi calon pendamping kuat Cellica Nurrachadia di Pilkada 2020.

Jika Partai Demokrat mengintruksikan, Deddy Indrasetiawan akan menjalankannya. Bahkan, persiapan kemungkinan menjadi pendamping Cellica tersebut diakuinya sudah dibicarakan di internal keluarganya.

“Kalau partai sudah mengintruksikan ya mau gimana lagi kang. Kita pasti harus siap. Tapi kalau saya tidak ingin terlalu ambisius. Karena saya juga melihat dulu siapa diri saya saat ini. Masih banyak-lah senior lain di atas saya,” tutur Deddy Indrasetiawan, sambil merendah.

Namun demikian, saat disinggung mengenai kesiapan ‘logistik pilkada’, Wakil Bendahara III DPC Partai Demokrat Karawang ini dengan tegas menyatakan kesiapannya.

“Insya Allah siap, hehehe!. Kalau saya kan dari awal terjun ke dunia politik memang sudah hitung-hitungan seperti itu. Mana untuk kepentingan usaha, mana untuk kepentingan politik,” katanya.

Sosok pengusaha muda yang dikenal sebagai Bos CKM (Pemilik Perumahan Citra Kebun Mas Klari) ini juga mengemukakan, baginya kunci utama berkarir di dunia politik itu ‘jangan terlalu ambisius’. Karena terpilihnya ia menjadi Anggota DPRD Karawang di Dapil 6 juga tidak pernah diprediksi sebelumnya.

“Banyak guru-guru sama sahabat yang selalu mengingatkan saya supaya jangan terlalu ambisius. Dan saya selalu mengingat pesan itu. Tapi kalau nanti sudah intruksi partai, ya siap gak siap kita harus siap. Karena sebagai kader partai kita memang harus siap menjalankan amanah dan intruksi partai,” pungkas Deddy Indrasetiawan, saat kembali menyatakan kesiapannya untuk menjadi pendamping Cellica Nurrachadiana di Pilkada 2020. (Adk)