Sempat Diisukan akan Bentrok dengan PDIP, Aksi Penolakan RUU HIP Dipastikan Berjalan Kondusif

oleh -

BaskomNews.com – Ratusan massa aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Anti Komunis Karawang akan turun ke jalanan untuk menolak RUU HIP pada Jumat (3/7/2020) besok, sekitar pukul 13.00 WIB.

Rencananya, aksi demonstrasi ini akan digelar dengan cara konvoi dari halaman Islami Center Masjid Al-Jihad menuju gedung DPRD Karawang.

Aksi demonstrasi yang melibatkan 73 organisasi se-Karawang ini sempat ‘diisukan’ akan bentrok dengan massa PDI Perjuangan Karawang yang secara kebetulan juga akan menggelar Haol Bung Karno.

Untuk menepis isu tersebut, beberapa tokoh organisasi di dalam aksi menggelar dan memberikan keterangan konferensi pers di gedung Islamic Center Karawang, Kamis (2/7/2020). Bahkan untuk menepis isunya, Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang, Taufik Islamil (Kang Pipik) hadir langsung dalam konferensi pers yang digelar.

“Kehadiran kami di sini untuk mematahkan isu yang katanya akan ada sesuatu dari PDI Perjuangan (massa aksi akan bentrok dengan massa PDI Perjuangan). Makanya beliau (Kang Pipik) juga ikut hadir di sini,” tutur Juru Bicara Aksi Aliansi Masyarakat Anti Komunis Karawang, Cepyan Lukmanul Hakim.

Ditambahkan Cepyan, aksi demonstrasi jumat besok fokus isunya cuma pada satu titik, yakni ‘Tolak RUU HIP’. Yaitu seperti aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan daerah kabupaten/kota lain.

“Jika ada isu-isu yang tidak benar (bentrok, red), maka kehadiran Kang Pipik di sini adalah bagian dari sahabat kami. Sehingga acara besok berharap berjalan tertib dan kondusif,” kata Cepyan.

Ditambahkan Cepyan, aksi demonstrasi jumat besok akan diikuti 73 organisasi se-Karawang. Peserta aksi akan melakukan konvoi dari halaman Islamic Center menuju gedung DPRD Karawang. “Besok kita hanya orasi, tidak ada dialog dengan DPRD Karawang. Karena RUU HIP ini tidak dibahas di DPRD daerah,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang, Kang Pipik menegaskan, ia akan sangat menghargai aksi demonstrasi penolakan RUU HIP yang akan digelar jumat besok. Karena menurutnya, menyampaikan pendapat melalui aksi demonstrasi sudah menjadi bagian dari demokrasi dalam hal menyampaikan pendapat.

Namun demikian, Kang Pipik mewanti-wanti jangan sampai ada pembakaran bendera PDI Perjuangan di aksi demonstrasi besok.

“Tetapi kalau ada pembakaran bendera, ya kita juga sangat menyesalkan. Makanya kemarin kita bikin laporan polisi. Dan itu serentak dilakukan se-Indonesia. Yang harus dijaga lagi jangan sampai ada peserta demo yang menprovokasi soal pembakaran bendera,” tegasnya.

Berkaitan dengan massa PDI Perjuangan Karawang yang juga akan berkumpul Jumat besok, Kang Pipik memastikan jika massa itu bukan masa tandingan untuk menghalangi rencana aksi demonstrasi besok. Karena massa PDI Perjuangan tersebut hanya akan menggelar kegiatan di kantor DPC PDI Perjuangan Karawang.

“Betul besok temen-temen PDIP juga kumpul. Tapi itu dalam rangka rangkaian terakhir Haol Bung Karno. Maka 1.000% persen saya jamin tidak akan ada gesekan-gesekan besok,” katanya.

Melalui kesempatan konferensi pers ini, Kang Pipik juga menegaskan bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang Anti Komunis.

“Kalau memang di PDI ada komunis, saya orang pertama yang akan keluar dari partai. Jadi saya juga mendukung aksi damai ini. Jaga kondusivitas dengan aksi damai. Jangan ada pembakaran bendera partai kami. Dan saya juga tidak mau nanti di sana demo ada unsur politisnya,” tegas Kang Pipik.

Sementara, Korlap Aksi Ustadz Nana Suryana menjelaskan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah membuat aturan atau tata cara untuk aksi demonstrasi Penolakan RUU HIP jumat besok.

Yaitu dimana peserta aksi akan memakai baju putih, pelarangan mengunakan atribut calon bupati atau calon wakil bupati, dilarang melakukan pengrusakan atribut partai dan fasilitas umum, dilarang mengeluarkan pernyataan kotor kepada pihak manapun, sampai dengan peserta aksi yang harus memperhatikan protokoler kesehatan.

“Siapapun yang mengganggu jalannya aksi dan berbuat di luar rencana, maka kami anggap oknum yang akan diserahkan langsung kepada pihak berwajib,” tegasnya, seraya menjelaskan jika aksi demonstrasi besok diperkirakan akan diikuti 500 massa.

Masih di kesempatan yang sama, salah seorang tokoh agama yang akan mengikuti jalanya aksi demonstrasi Dr. H. Imanuddin Kamil menjelaskan, dasar unsur Ormas Islam ikut dalam aksi Penolakan RUU HIP ini karena adanya maklumat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat serta didukung oleh MUI di 34 provinsi.

“Dasarnya karena ada pernyataan-pernyataan sikap yang dikeluarkan organisasi besar seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan lain-lain yang semuanya menolak RUU HIP ini. Karena jangan sampai energi bangsa ini terkuras. Karena Pancasila sudah selesai. Pancasila sudah hasil kompromi para founding father zaman dulu, dimana saham terbesar Pancasila adalah umat islam,” tuturnya.

“Saya juga apresiasi apa yang disampaikan Kang Pipik tadi. Di Karawang ini luar biasa. Kita menyikapi isu nasional tapi dengan cara lokal,” pungkas Ustadz Nana yang mewakili unsur Dewan Dakwah Islam Indonesia Cabang Karawang. (red)