Beredar Rekaman Suara Warga yang Jelaskan Oknum Dewan yang Minta Warga Tidak Teruskan Polemik Limbah Medis RS Lira Medika

oleh -

BaskomNews.com – Polemik kasus pembuangan limbah medis Rumah Sakit Lira Medika di TPS warga Kelurahan Palumbonsari seakan menjadi bola liar yang terus menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat.

Belum selesai agenda sidang gugatan class action yang dilakukan Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) bersama warga di Pengadilan Negeri Karawang, kini beredar rekaman suara pengakuan warga yang mengaku mendapat intervensi dari salah seorang oknum anggota DPRD Karawang.

Dalam rekaman suara tersebut, seorang warga Palumbonsari mengaku telah mendapat intervensi dari seorang oknum DPRD Karawang yang meminta kepada warga untuk tidak meneruskan polemik permasalahan kasus pembuangan limbah medis RS Lira Medika.

“Tiga kali mendatangi kami (warga, red) dan minta jangan terus diramaikan persoalan kasus pembuangan Limbah medis itu,” ujar seorang warga yang namanya minta untuk dirahasiakan dalam rekaman suara yang diterima redaksi BaskomNews.com, Jumat (12/06/2020).

Selain meminta kepada warga untuk tidak melanjutkan polemik pembuangan Limbah medis RS Lira Medika, oknum anggota DPRD Karawang tersebut juga mengaku kepada warga akan memberikan jaminan yang tidak disebutkan bentuk jaminannya seperti apa.

“Hanya menyebut akan jadi penjamin kalau kasus ini dihentikan, minta untuk mencabut gugatan sidang Class Action di Pengadilan Negeri (PN) Karawang,” lanjutnya.

Dalam rekaman suara warga yang mengaku di intervensi oleh oknum anggota DPRD Karawang tersebut, dari pengakuan warga bahwa oknum dewan itu memberikan penekanan untuk tidak melanjutkan proses persidangan gugatan Class Action yang diajukan oleh warga bersama Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) Karawang.

“Tiga kali datang, warga merasa diintervensi atas kedatangan dewan itu,” jelasnya.

Dari dua rekaman suara yang di terima redaksi BaskomNews.com, satu rekaman suara yang berdurasi 01.33 detik itu, pada detik ke 00.44, terdengar pengakuan warga yang menyebutkan nama oknum anggota DPRD Karawang berinisial ‘E’ yang telah melakukan intervensi terhadap warga Palumbonsari.

Namun hingga berita ini diterbitkan, redaksi BaskomNews.com yang mencoba melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon selular terhadap oknum anggota DPRD Karawang yang namanya disebut dalam rekaman suara itu, tidak dapat dihubungi untuk diminta konfirmasinya.

Sementara itu, Ketua KPLHI Karawang Ade Sofyan yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp terkait beredarnya rekaman suara pengakuan warga Palumbonsari yang mendapat intervensi yang diduga dari salah seorang oknum Anggota DPRD Karawang, ia enggan berkomentar banyak terkait hal tersebut.

“Ramainya sih ya begitu (intervensi oknum dewan,red). Tapi saya tidak mau memberikan komentar terkait hal itu maaf yaa kang,” singkatnya. (CR1)