“WARNING” untuk Kades Lain, Dugaan Penyelewengan Dana BLT Dayeuh Luhur Dilaporkan ke Kejaksaan

oleh -
LSM KOMPAK saat berada di Kejaksaan Negeri Karawang, Senin (8/6/2020).

BaskomNews.com – Dugaan penyelewengan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga terdampak Covid-19 Desa Dayeuh Luhur Kecamatan Tempuran dilaporkan LSM KOMPAK ke Kejaksaan Negeri Karawang, Senin (8/6/2020).

Dalam pelaporannya, LSM KOMPAK mencatat ada sekitar Rp 72.600.000 rupiah kerugian negara dari dugaan penyelewengan dana BLT tersebut. Pasalnya, ada sekitar 253 KK (Kepala Keluarga) di Desa Dayeuh Luhur yang tercatat sebagai penerima dana BLT. Sementara realisasinya baru sekitar 132 KK yang menerima BLT di Dayeuh Luhur.

Ketua DPC KOMPAK Karawang, Topan Megantara SH menyampaikan, pelaporan dugaan tindak pindana korupsi ini merupakan kewajiban LSM KOMPAK di dalam menegakkan asas keadilan di Bumi Pangkap Perjuangan.

Selanjutnya, LSM KOMPAK akan terus melakukan follow up ke Kejari Karawang atas dugaan penyelewengan dana BLT Desa Dayeuh Luhur ini. “Apabila tidak ada tindakan atas pelaporan ini, maka kita LSM KOMPAK akan ramai-ramai turun ke jalan (demonstrasi),” tutur Topan Megantara SH.

Dengan pelaporan ini, sambung Topan, KOMPAK ingin memberikan warning bagi para kepala desa lain, agar jangan main-main dengan dana BLT, khususnya kaitan dengan bantuan warga terdampak Covid-19. “Ini juga akan jadi warning untuk kepala desa yang lain,” tegasnya.

Sementara Kajari Karawang yang diwakili Kasi Intel Zico Extrada menegaskan, bahwa Kejaksaan Karawang akan menindaklanjuti laporan LSM KOMPAK. Kejaksaan Karawang akan menindaklanjuti pelaporannya sesuai dengan mekanisme hukum.

“”Saya mewakili Ibu Kajari, intinya kami penegak hukum akan terus berkoordinasi dengan bapak-bapak. Kami akan tindaklanjuti dengan mekanisme hukum di Kejaksaan. Selanjutnya kita akan berkoordinasi terus atas pelaporan ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, selain melakukan pelaporan atas dugaan penyelewengan dana BLT di Desa Dayeuh Luhur, kedatangan LSM KOMAK ke Kejaksaan Negeri Karawang juga untuk mem-follow up perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi DAK Tahun 2018 di salah satu SMK Karawang dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 4 miliar.

Namun demikian, Kasi Intel Zico Extrada menjelaskan, untuk perkara kasus DAK tersebut akan diagendakan khusus melalui audiensi lanjutan. “Hari ini temen-temen pelaporan BLT saja. Tadi juga sempat disinggung soal DAK. Tapi itu nanti ada agenda audiensi lanjutan,” katanya. (red)

BACA BERITA LAIN : Kompak Dukung DPRD Gunakan Hak Interpelasi, “Awas Masuk Angin”