Penyelidikan Polisi Dihentikan, KPLHI Pertanyakan Kasus Limbah Medis RS Lira Medika

oleh -
Exif_JPEG_420

BaskomNews.com – Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) Kabupaten Karawang mempertanyakan alasan penyelidikan kasus pembuangan limbah medis Rumah Sakit Lira Medika yang dihentikan penyidik Polres Karawang.

Ketua KPLHI Karawang, Ade Sofyan mengatakan, proses pengembalian kasus pembuangan limbah medis RS Lira Medika di TPS warga Palumbonsari Kecamatan Karawang Timur membuat KPLHI bertanya-tanya. Pasalnya, ada proses penyitaan aset dan penyitaan limbah medis yang dilakukan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Karawang di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Jelas ada yang disita mulai dari sejumlah aset dan limbah medis milik RS Lira Medika untuk dijadikan alat bukti atau barang bukti pihak kepolisian. Tapi kok kenapa kasusnya di kembalikan ke DLHK Karawang dengan dalih tidak ada unsur pidananya,” kata Ade Sofyan kepada Baskomnews.com, di kantor Sekretariat DPW KPLHI Karawang, Jumat (05/06/2020).

Menurut Ade, dengan adanya penyitaan aset dan penyitaan limbah medis yang dijadikan alat bukti pihak kepolisian dari Polres Karawang, hal tersebut merupakan sebuah temuan adanya unsur temuan tindak pidana dalam kasus pembuangan limbah medis RS Lira Medika.

“Sudah jelas itu ada unsur pidananya. Kalau dalihnya kasus limbah medis itu dikembalikan DLHK karena ada beberapa pertimbangan dari ahli Kementrian Lingkungan Hidup dan Kebersihan (KLHK) RI sehingga kasusnya dilimpahkan ke DLHK karena alasan tak ada unsur pidana, terus penyitaan aset dan penyitaan limbah medis yang dijadikan barang bukti itu apa dong,” katanya.

Sekertaris DPW KPLHI Karawang, H. Arif menambahkan, atas kasus pembuangan Limbah Medis di TPS milik warga Palumbonsari ini pihaknya telah melakukan gugatan Class Action ke Pengadilan Negeri Karawang.

“Ya kami melakukan gugatan Class Action ke PN Karawang. Belum lama ini sudah disidangkan, namun tidak ada yang datang dari pihak RS Lira Medika dan pihak pengelola penanganan limbah medis RS tersebut,” tuturnya.

Oleh karenanya, gugatan Class Action yang dilakukan pihaknya ke PN Karawang akan kembali disidangkan pada Kamis tanggal 11 Juni tahun 2020 mendatang.

“Di persidangan kedua gugatan Class Action kami mendatang, kami juga akan mempertanyakan terkait surat dari pihak kepolisian yang mengembalikan atau melimpahkan kasus pembuangan Limbah medis milik RS Lira Medika di PN Karawang,” katanya.

“Kami jelas akan mempertanyakan terkait penyitaan aset yang disita oleh penyidik Polres Karawang yang dijadikan barang bukti pencemaran lingkungan tersebut. Kami juga akan mempertanyakan penanganan pelimpahan kasus itu ke DLHK Karawang dalam persidangan gugatan Class Action,” tandasnya. (Cr1)