Meski Sudah Zona Kuning, Karawang Tetap Perpanjang Masa PSBB Hingga 12 Juni

oleh -

BaskomNews.com – Meskipun Pemprov Jawa Barat sudah menurunkan level dari zona merah menjadi zona kuning, Kabupaten Karawang tetap memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari ke depan, tepatnya hingga 12 Juni 2020.

Meskipun Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana belum menjelaskan apakah perpanjangan PSBB ini berjenis PSBB tersegmentasi atau seperti apa, namun perpanjangan masa PSBB ini berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat. Yaitu dimana untuk wilayah di luar Bodebek tetap dilakukan perpanjangan masa PSBB.

Dengan adanya kebijakan ini, Karawang akhirnya belum bisa menerapkan program New Normal sesuai yang sudah direncanakan.

Bupati Cellica menjelaskan, penurunan level kewaspadaan dari zona merah ke zona kuning sendiri sudah sesuai hasil rapat evaluasi Pemprov Jawa Barat. Namun demikian, dengan kembali adanya perpanjangan masa PSBB, masyarakat tetap dihimbau untuk menjalankan protokoler kesehatan.

“Saya berharap semua pihak tetap bisa berperan aktif di dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona ini,” tutur Bupati Cellica, saat Vidcon bersama Gubernur Jawa Barat, Jumat (29/5/2020).

Bupati Cellica menegaskan, selama perpanjangan masa PSBB ini penyekatan mobilitas warga tetap akan dilakukan, terutama mobilisasi aru balik di wilayah perbatasan dengan kabupaten lain.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap Stay at Home dengan cara mengurangi aktivitas di luar rumah. Sosialisasi pola hidup bersih dan sehat juga akan terus dilakukan, agar warga tetap patuh dengan protokoler kesehatan.

Sementara itu diinformasikan, RSUD Karawang menjadi salah satu rumah sakit yang memiliki alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Alat diagnosa untuk virus korona (Covid-19) ini berasal dari bantuan Kementerian Kesehatan.

“Selain RS Paru yang sudah memiliki PCR, RSUD mulai hari ini juga memiliki alat PCR,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana, saat konferensi pers di Makodim 0604 Karawang, Jumat (29/5/2020).

Ia menyebutkan dengan adanya dua alat PCR di Karawang akan sangat membantu dalam mempercepat diagnosa pasien Covid-19 di Karawang.

“Adanya alat PCR itu bisa memangkas waktu menunggu hasil diagnosa. Sebelum memiliki kita menunggu hingga 10 hari, tetapi dengan alat PCR di Karawang, kita bisa memangkas hingga setengah waktunya,” ungkapnya.

Dalam sehari satu alat PCR bisa untuk menguji 94 sampel swab. Namun yang membedakan jika alat Swab di RS Paru setiap penggunaanya menunggu 16 sampel secara bersamaan. “Kalau di RSUD itu bisa untuk satu swab saja, langsung dilakukan uji PCR,” katanya.

Pemkab Karawang juga telah melatih 41 analis puskesmas untuk mengambil sampel swab. “Nanti tes swab bisa dilakukan di suatu tempat yang ditentukan atau di puskesmas,” pungkasnya. (red)