Desa Kutapohaci Jadi Percontohan Kampung Tangguh Penanggulangan Covid-19

oleh -
Exif_JPEG_420

BaskomNews.com – Unsur Muspida Karawang melakukan launching Kampung Tangguh Pencegahan Covid-19 di Kampung Kedungwaru Desa Kutapohaci Kecamatan Ciampel Karawang.

“Kampung Tangguh atau Kampung Tanggap untuk memberdayakan masyarakat agar ikut aktif berperan serta dalam upaya pencegahan penyebaran wabah pandemi covid-19 di lingkungan,” kata Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, kepada awak media, Kamis (28/05/2020).

Launching Kampung Tangguh ini juga dihadiri oleh Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin, Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hario Wibowo, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Rohayatie, Ketua DPRD Karawang Pendi Anwar, Ahli Medis Pemerintah Pusat dr Hermawan, stakeholder Pemkab Karawang dan Unsur Muspika Kecamatan Ciampel.

Cellica mengatakan bahwa pembentukan Kampung Tangguh pencegahan covid-19 merupakan instruksi dari Gubernur, Kapolda dan Pangdam. Lewat Kampung Tangguh ini, pemerintah ingin menyadarkan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19.

“Kampung tangguh ini sebagai embrio untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 di masa era baru atau New Normal,” kata Cellica.

Menurut Cellica, untuk sementara waktu pembentukan Kampung Tangguh Tanggap Covid19 tersebut baru dibentuk di Desa Kutapohaci Kecamatan Ciampel Karawang.

“Untuk saat ini baru hanya terbentuk di Desa Kutapohaci saja yang baru menjadi desa percontohan atau Desa Prototype tanggap wabah pandemi Covid19 ini. Rencananya, tiap kelurahan dan desa, ke depannya harus memiliki Kampung Tangguh pencegahan covid-19,” paparnya.

“Kami berharap dengan adanya Kampung Tangguh ini masyarakat sudah akrab dengan covid-19. Masyarakat tidak terlalu ketakutan saat ada kasus covid-19 di lingkungannya. Sehingga masyarakat siap menghadapi New Normal di tengah pandemi virus covid-19,” timpal bupati.

Sementata itu, berdasarkan pantauan di lokasi Kampung Tangguh, terdapat sarana penunjang yang sudah disiapkan seperti ruang informasi, ruang isolasi, ruang kesehatan, gudang, pos penjagaan pintu keluar masuk desa, petugas medis, alat pelindung diri (APD) yang di lengkapi oleh masker, handsanitizer, tempat cuci tangan memakai sabun, penyemprotan disinfektan di setiap gang perkampungan, ambulans, ruang ganti bagi para pekerja pulang pergi hingga dilengkapi dengan lumbung pangan seperti kolam ikan yang di penuhi oleh ribuan benih ikan lele.

“Selain berbagai sarana dan prasarana, dengan disediakan lumbung pangan, diharapkan mampu membantu logistik kebutuhan pangan warga di Kampung Tangguh Desa Kutapohaci ini,” jelasnya.

Masih dijelaskan Cellica, Kampung Tangguh ini merupakan strategi pencegahan covid-19 yang dimana satu kawasan tertentu dalam kelurahan atau desa, maupun lingkungan RT atau RW yang memiliki tiga pilar ketangguhan.

Ketiga pilar ketangguhan itu, sambungnya, yaitu tangguh di bidang kesehatan, tangguh di bidang ekonomi, dan tangguh di bidang sosial.

“Tangguh di bidang kesehatan maksudnya, masyarakat paham dengan penanganan dan pencegahan penyebaran covid-19. Masyarakat paham soal karantina, paham dengan penanganan orang sakit, dan penanganan orang meninggal baik karena covid-19 maupun tidak,” jelas Cellica.

“Sedang tangguh di bidang ekonomi kaitannya dengan ketersediaan pangan. Kampung Tangguh harus memiliki lumbung pangan. Masyarakat yang mampu memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu atau terdampak pandemi covid-19. Bantuan itu dikumpulkan dalam lumbung pangan dan di kelola secara bersama oleh tim kampung Tangguh setempat,” ucapnya.

Selanjutnya, Cellica berharap agar masyarakat harus tangguh di bidang sosial, tangguh di bidang sosial ini termasuk di dalamnya soal keamanan lingkungan dan gotong royong. Tamu yang keluar masuk lingkungan harus didata dan akitivitas sosial dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

“Sekarang konsentrasi kami mengangkat peran serta masyarakat ikut menyelesaikan persoalan covid-19 di lingkungan. Masyarakat punya ketangguhan ketahanan untuk mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan. Dengan pola seperti ini bisa menekan penyebaran covid-19,” pungkasnya. (Cr1)