Penyebab PDP Meninggal, Kaum Milenial Nongkrong sampai Tularkan Virus ke Orangtua

oleh -
ilustrasi.

BaskomNews.com – Meskipun tidak ada penambahan jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Karawang per Rabu (27/5/2020), namun Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karawang tetap menghimbau, agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan protokoler kesehatan dari pemerintah. Pasalnya, masih terus terjadi penambahan jumlah PDP dan ODP yang meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karawang dr. Fitra Hergyana menjelaskan, fakta di lapangan saat ini masih terus terjadi penambahan PDP dan ODP meninggal dunia. Salah satu penyebabnya dijelaskan Fitra, yaitu kebiasaan kaum milenial yang masih suka ke luar rumah atau nongkrong.

Sehingga kaum milenial tersebut menjadi OTG atau carier yang kemudian memaparkan virus kepada orangtua yang daya tahan tubuhnya sudah melemah.

“Ini yang terjadi di lapangan saat ini. Sehingga kami menyarankan kepada masyarakat Karawang khususnya kaum milenial yang masih suka terlihat di jalanan dan nongkrong. Ini yang sering kita terjadi menjadi OTG atau carier. Sehingga orang ini terpapar Covid-19, sehingga menularkan kepada yang lebih tua yang kondisi imunya sudah menurun,” terang dr. Fitra Hergyana, saat rilis di Makodim Karawang.

Dijelaskan dr. Fitra, Covid-19 memang bisa sembuh sendiri selama 14 hari. Tetapi apabila mengenai orang yang memiliki penyakit pemberat seperti ginjal, hipertensi atau lainnya sehingga menyebabkan sesak, inilah yang kadang menjadi penyebab pasien tersebut telat berobat ke rumah sakit. Pada saat ke rumah sakit kondisinya sudah memburuk dan pasien tersebut akhirnya meninggal dunia.

“Ini yang harus menjadi perhatian masyarakat Karawang, terutama masyarakat yang masih sering suka berkeliaran,” timpalnya.

Hakikatnya, semua pihak menginginkan dalam kondisi sehat dan pandemic Covid-19 segera berakhir. “Kita ingin roda perekonomian normal kembali. Akan tetapi apabila masyarakat tidak mengikuti anjuran pemerintah (tidak menjalankan protokol kesehatan), sehingga pandemi ini akan berlangsung lama dan krisis ekonomi akan masih sangat panjang,” katanya.

Oleh karenanya, sambung dr. Fitra, pihaknya mengimbau kepada masyarakat bahwa keberhasilan PSBB ini ada di tangan masyarakat sendiri. “PSBB ini merupakan tanggungjawab kita bersama untuk saling membantu, saling asah saling asuh untuk selalu menyuarakan Covid-19,” pungkasnya. (red)