Katanya 100 Miliar Lebih Anggaran Covid-19 Sudah Terserap, DPRD Tunggu Laporan Detail

oleh -
Peninjauan sejumlah supermarket untuk persiapan New Normal, Rabu (27/5/2020).

BaskomNews.com – Sekitar Rp 100,8 miliar lebih anggaran refocusing penangulangan Covid-19 Kabupaten Karawang diklaim sudah terserap. Hal ini disampaikan langsung Ketua DPRD Karawang, Pendi Anwar.

Dijelaskan Pendi, refocusing anggaran Covid-19 ini diperuntukan bagi kebutuhan penanganan Covid-19 di RS Paru Jatisari, Dinas Kesehatan Karawang dan RSUD Karawang. Anggaran ini diserap melalui pendampingan Kejaksaan Negeri Karawang.

Termasuk anggaran insentif Rp 24 miliar juga sudah terserap. “Kemarin oleh Dinas Kesehatan disalurkan ke tenaga medis,” tutur Pendi Anwar, disela-sela peninjauan sejumlah supermarket untuk persiapan New Normal, Rabu (27/5/2020).

Artinya, sambung Pendi, refocusing anggaran yang telah dianggarkan sebesar Rp 100,8 miliar tersebut sudah sepenuhnya terserap. Sehingga ke depan pihaknya masih menunggu laporan secara detail terkait transparansi anggaran sebesar Rp 100,8 miliar itu.

“Kalau secara keseluruhan belum semua, kan baru saja idul fitri. Nah, ke depannya kami dari DPRD Karawang dan dari Banggar juga akan mempertanyakan terkait penyerapan anggaran kaitan dengan refocusing ini sudah sejauh mana pelaporannya. Walaupun nanti di akhir tahun pasti ketahuan ada pelaporan juga di APBD perubahan, tapi kan minimal sekarang juga kami harus tahu sejauh mana penyerapannya,” kata Pendi.

Kembali dijelaskan Pendi, anggaran Refocusing APBD Kabupaten Karawang yang nominalnya mencapai Rp 100,8 miliar tersebut berasal dari anggaran gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau pemangkasan anggaran dari setiap kedinasan yang ada di Kabupaten Karawang.

“Anggaran refocusing ini bersumber dari pemangkasan OPD yang peruntukkannya penanganan wabah pandemi Covid19. Anggaran refocusing tersebut juga tidak disimpan di setiap OPD, akan tetapi disimpan atau diposkannya di Biaya Tak Terduga (BTT),” paparnya.

Disinggung apakah akan ada penambahan anggaran refocusing tambahan ke depannya, Pendi menyatakan jika pihaknya akan membahas anggaran tambahan tersebut di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Karawang.

“Ke depannya jika wabah pandemi Covid19 belum berakhir dan tim Gugus Tugas bersama Pemkab Karawang membutuhkan anggaran tambahan, jelas akan kami rapatkan di rapat Banggar tiga bulan ke depan, dengan catatan penyerapan anggaran refocusing yang Rp 100,8 miliar ini laporannya sudah kami terima dan sudah dilaporkan juga kepada kami semua, termasuk masyarakat di Kabupaten Karawang. Tapi sejauh ini belum ada pengajuan lagi terkait penambahan anggaran refocusing kepada kami,” bebernya.

Banyaknya desakan dari sejumlah kalangan yang menuntut transparansi anggaran refocusing APBD Kabupaten Karawang, Pendi mengakui hal tersebut adalah hal yang wajar.

“Wajar saja jika menjadi pertanyaan banyak masyarakat. Sebab, anggaran refocusing itu juga kan berasal dari rakyat dan untuk rakyat juga dalam menangani penanganan wabah pandemi Covid-19 melalui tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19,” pungkasnya. (cr1)