Presma UNSIKA Dukung 7 Point Tuntutan Aksi Cipayung Plus

oleh -

BaskomNews.com – Tujuh point tuntutan aksi demonstrasi mahasiswa Cipayung Plus yang berujung penyegelan kantor Bupati Karawang pada Jumat kemarin (22/6/2020) mendapat dukungan dari Presiden Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Presma UNSIKA).

Presma UNSIKA, Teguh Febriyana mengatakan, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Karawang patut diapresiasi dan didukung penuh oleh masyarakat. Sebab, mahasiswa ketika mengawal dan mengkritisi suatu kebijakan pemerintah itu pasti dilakukan berdasarkan data dan fakta ilmiah. Apalagi ketika mahasiswa sampai turun ke jalan, artinya masalah tersebut sudah serius.

“Melihat dari point-point tuntutan yang dibawa oleh Aliansi Cipayung Plus Karawang, saya rasa sangat representatif mewakili keresahan masyarakat Karawang,” tutur Teguh Febriyana.

Adapun point tuntutan tersebut diantaranya adalah :

1. Memaksimalkan rapid test masal di seluruh desa di Karawang secara masif.

2. Membuka data penerima bantuan sosial melalui media IT yang mudah di akses masyakarat, lengkap dengan laman pengaduan yang dikelola secara khusus dan serius agar optimal dalam pengelolaannya.

3. Menampilkan rincian anggaran mengenai sumber anggaran dan realisasinya secara berkala dan up to date pada web satgas covid-19 Karawang. Agar pengawasan dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari pihak-pihak yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi dan/atau golongan.

4. Menampilkan data bantuan sosial yang menjadi kewajiban kontribusi perusahaan baik berupa jumlah dan nama perusahaan, bentuk dan jumlah keseluruhan bantuan, serta data target pendistribusian sebagaimana poin 2 diatas.

5. Optimalisasi PSBB dengan menambah jumlah personel yang bertugas baik di wilayah keamanan dan/atau ketertiban, serta sosialisasi dan/atau edukasi masyarakat tentang PSBB diseluruh titik keramaian di Karawang. Serta memberikan solusi alternatif yang menyasar pada kegiatan masyarakat agar ajuran tetap #DirumahAja berjalan baik apalagi pada masa PSBB saat ini.

6. Optimalisasi pendistribusian bantuan sosial (PJS) Karawang dengan melibatkan petugas teknis untuk mengantar bantuan seperti yang dilakukan pada bantuan Gubernur dan Kemensos. Hal ini untuk menghindari kerumunan masyarakat di Kantor Kecamatan sehingga rentan akan penyebaran virus covid-19.

7. Bupati dan wakil bupati harus serius dan menunjukan sikap yang profesional dalam menjalankan amanah rakyat. Disharmonisasi yang terlihat pada perbedaan pandangan Bupati dan Wabup dalam beberapa kebijakan Pemkab. Karawang telah menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya di banyak aspek, terlebih dalam hal penanganan covid-19.

“Meskipun saya tidak ikut turun langsung di aksi tersebut, saya mendukung penuh perjuangan yang dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa yang tergabung di Cipayung Plus. Seandainya pun kegiatan kampus UNSIKA tidak diliburkan, mungkin ribuan mahasiswa UNSIKA juga akan ikut turun aksi,” pungkasnya. (red)