Sudah Gagal, Perpanjangan PSBB Karawang juga Terlalu Dipaksakan

oleh -

BaskomNews.com – Ketua Umum BARAK Indonesia, D. Sutedjo MS kembali menyindir jika pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Bersar (PSBB) di Kabupaten Karawang tidak berjalan efektif alias gagal.

Menurutnya, terlalu banyak protokoler kesehatan yang justru dilanggar masyarakat karena faktor ketidaksiapan pemkab di dalam penerapan PSBB.

“Tidak perlu dihitung menggunakan diagram, karena secara kasat mata PSBB di Karawang memang gagal. PSBB hanya diberlakukan di jalan Tuparev saja. Di wilayah kecamatan lainnya berjalan normal seperti biasanya,” tutur D. Sutedjo, disela-sela kegiatan pembagian sembako untuk masyarakat di kediamannya di Desa Ciwulan Kecamatan Telagasari, Rabu (20/5/2020).

Atas gagalnya penerapan PSBB tersebut, Sutedjo juga mengaku heran ketika pemkab memutuskan untuk memperpanjang masa PSBB sampai 29 Mei 2020. Pasalnya, penerapan PSBB tersegmentasi pun terkesan tidak dibarengi persiapan yang matang. Sehingga pada akhirnya tetap saja banyak protokoler kesehatan yang dilanggar masyarakat.

“Seperti kejadian warga berjubel di kantor pos kemarin untuk antri bantuan, ini kan bukti lagi bahwa pemkab belum siap memperpanjang masa PSBB. Seharusnya kalau diantisipasi warga tidak perlu berkerumun di sana. Harusnya ada petugas yang standbay di sana, agar warga tetap melakukan physical distancing,” katanya.

Masih dikatakan Sutedjo, dari awal mula langkah percepatan dan penanggulangan Covid-19 di Karawang, Tim Gugus Tugas terkesan tidak siap, baik dari mulai urusan persiapan sampai realisasi program gugus tugas di lapangan. Sehingga merupakan hal wajar jika di lapangan banyak ditemukan fakta masyarakat yang melanggar protokoler kesehatan.

“Dari mulai carut marutnya data bantuan sampai persoalan teknis seperti physical distancing saja semuanya gak ada yang beres. Maka wajar jika mayoritas masyarakat Karawang sudah antipati dengan cara PSBB yang diterapkan pemkab,” paparnya.

Oleh karenanya, sambung Sutedjo, BARAK Indonesia sendiri sebenarnya tidak setuju dengan kebijakan Bupati Karawang yang memutuskan untuk memperpanjang masa PSBB. Yaitu dengan alasan semua persiapan yang dilakukan pemkab belum matang.

“Untuk itu demi segenap kepentingan rakyat Karawang, saya tantang Bupati Karawang Cellica Nurachadiana untuk debat terbuka atas kebijakannya tersebut. Kalau memang beliau masih mengklaim bahwa penerapan PSBB di Karawang dinyatakan berhasil,” pungkasnya. (red)