Influencer Jokowi Tuding Bupati Karawang Palakin Pabrik untuk PSBB

oleh -

BaskomNews.com – Persoalan dugaan nepotisme dana bantuan Covid-19 di Kabupaten Karawang juga dikomentari oleh Influencer Presiden Jokowi, yaitu Aoki Vera Kurniawati.

Melalui video berdurasi 52 detik yang sudah tersebar di group-group Whatsapp aktivis dan wartawan Karawang tersebut, Aoki menuding jika Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana telah memalak (meminta jatah) ke pabrik/industri untuk kebutuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Aoki juga menyindir jika Bupati Cellica telah menyuruh para pengusaha industri untuk membeli beras bantuan logistik PSBB ke salah satu nama yang sudah ditunjuk Bupati Cellica.

“Bupati dari Karawang positif (pernah positif Covid-19, maksudnya). Dan sekarang itu bupati malakin pabrik-pabrik, heuheuheu!. Katanya buat PSBB. Gak taunya uang tersebut diminta untuk pabrik-pabrik yang membeli beras disuruhnya ke toko ini,” kata Aoki Vera Kurniawati melalui video yang sudah tersebar tersebut.

Melalui videonya ini, pemilik 72 pengikut Fans Page Faecebook ini bahkan menuding Bupati Cellica telah memanfaatkan dana CSR perusahaan untuk kepentingan kampanye politik. Yaitu dengan tudingan adanya bantuan beras untuk warga terdampak Covid-19 yang bungkusan plastik berasnya bergambar Bupati Cellica.

“Wow… dapat cash back berapa bu?. Ternyata toko beras yang di situ plastiknya sudah dipasangan plastik wajah sang bupati. Minta dana CSR ke pabrik, tapi buat dana kampanye ujung-ujungnya, itu ya,” kata Aoki.

Menyikapi viralnya video tudingan dari Aoki Vera Kurniawati ini, Bupati Cellica enggan berkomentar. Bupati Cellica hanya menjelaskan jika tudingan Aoki tersebut sangat tidak benar. “Nanti Ketua Gugus yang menjelaskan,” kata Bupati Cellica, dilansir dari portal berita AlexaNews.id, Minggu (17/5/2020).

Sementara, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri mengklarifikasi video yang sudah beredar luas tersebut. Menurut Acep, tidak benar jika bupati meminta paksa pabrik-pabrik untuk penanganan covid-19 di Karawang. Apalagi menggunakan uang CSR untuk kepentingan pribadi bupati.

“Gini, bisa saya luruskan. Yang jelas itu duit bukan dari CSR, itu duit pribadi teteh (bupati). Yang dari CSR akan kita bagikan nanti selasa,” kata Acep Jamhuri, yang masih merupakan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karawang. (red)