Korupsi PDAM Memanas Lagi, Nama Bupati Cellica Disebut Terima Aliran Dana Haram

oleh -
Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana.

BaskomNews.com – Kasus korupsi pembelian bahan baku air PDAM Tirta Tarum Karawang yang sudah ditetapkan 3 tersangka oleh penyidik Polres Karawang kembali memanas. Kali ini, pengacara salah satu tersangka Novi Farida menyebut dengan tegas jika Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana telah menerima aliran dana haram PDAM.

Bukan hanya nama Bupati Cellica, pengacara tersangka juga menyebut beberapa nama oknum pejabat, oknum DPRD Karawang sampai oknum penegak hukum yang juga menerima aliran dana haram PDAM Tirta Tarum Karawang untuk pembelian bahan baku air ke PJT II tersebut.

Asep Agustian SH, MH, Kuasa Hukum Tersangka Novi Farida mengatakan, di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik Polres Karawang, nama-nama oknum penerima aliran dana haram PDAM ternyata hanya sebatas nama-nama ‘oknum kroco’. Padahal saat BAP, clien-nya tidak hanya sebatas menyebut oknum nama-nama kroco. Melainkan nama oknum pejabat pemda, DPRD Karawang sampai nama oknum penegak hukum.

“Yang mirisnya lagi yang konon di dalam BAP uang dipergunakan untuk ini dan itu, tapi kenapa tidak ada ada penjelasan di BAP. Saya meyakini kepada clien saya bahwa uang tersebut itu diberikan kepada pejabat, birokrat dan penegak hukum, bahkan untuk Bupati dan Dewan. Saya meyakini karena clien saya bercerita dengan bukti yang ada,” tutur Asep Agustian SH, MH, saat melakukan konferensi ensi pers di Kantornya di Galuh Mas Karawang, Rabu (6/5/2020).

Asep Agustian SH, MH saat menunjukan bukti aliran dana haram PDAM kepada awak media.

Dikatakan Asep Agustian, clien-nya hanya merupakan bawahan salah satu pejabat PDAM Tirta Tarum Karawang yang tentunya memiliki atasan. Sehingga ia meminta Kasat Reskrim Polres Karawang untuk membongkar semua nama yang menerima dana haram dugaan korupsi PDAM ini.

“Saya minta tambah kepala (tersangka baru), karena clien saya hanya diperintahkan untuk si A, B, dan C, karena di atas clien saya itu masih ada Kabag,” katanya.

Atas perkara kasus korupsi PDAM ini, Asep Agustian mengaku pernah meminta kepada pihak Polres Karawang untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap clien-nya atas nama Novi Farida, dikarenakan clien-nya saat ini sedang dalam keadaan sakit.

“Wajar dalam keadaan pandemi Corona hari ini saya meminta penangguhan kepada Polres Karawang untuk clien saya,” katanya.

Namun demikian, ajuan penangguhan penahanan tersebut tidak diterima oleh penyidik Polres Karawang. Oleh karenanya, kuasa Asep Agustian mempertanyakan sikap pihak penyidik Polres Karawang.

“Dalam acaranya ketika seorang tersangka itu sedang sakit bisa dilakukan Bantar (permohonan penangguhan). Namun kata Bantar tidak pernah keluar dari pernyataan Kasat Reskrim,” pungkasnya dengan nada kecewa.

Untuk diketahui sebelumnya, perkembangan penanganan kasus korupsi PDAM Tirta Tarum Karawang ini, sejak 14 April 2020 lalu penyidik Polres Karawang telah menetapkan dan menahan 3 tersangka. Yaitu mantan Dirut PDAM Tirta Tarum Karawang, Yogi Patriana Alsyah yang saat ini juga telah menjadi tersangka kasus korupsi lain oleh Kejati Jabar (kasus korupsi uprating PDAM).

Tersangka kedua, yaitu mantan Dirum PDAM Tirta Tarum Karawang, Tatang Asmar, serta tersangka ketiga mantan Kasubag PDAM Tirta Tarum, Novi Farida. (red)