Polisi Amankan Para Pelaku ‘Perang Sarung’ Berujung Maut di Jatisari

oleh -

BaskomNews.com – Polres Karawang akhirnya berhasil mengamankan para pelaku ‘perang sarung’ berujung maut di Kecamatan Jatisari.

Para pelaku ‘perang sarung’ berbuntut aksi tawuran dengan senjata tajam yang menyebabkan korban meninggal dunia ini diamankan bersama dengan 25 pelaku tindak pidana umum lainnya selama operasi pekat.

Meskipun pihak kepolisian tidak menyebutkan berapa jumlah tersangka/pelaku perang sarung berujung maut, namun para pelaku ini dipastikan akan merasakan dinginnya jeruji besi selama bulan suci ramadhan bersama para pelaku tindak pidana umum lainnya seperti pelaku curanmor, prostitusi, begal, tawuran, perjudian togel dan dadu upluk.

“Ada 25 tersangka yang kita tetapkan dalam berbagai kasus tindak pidana umum selama pelaksanaan operasi pekat,” kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Karawang, Selasa (5/5/2020).

Untuk diketahui sebelumnya, kasus perang sarung menjelang saur yang berujung aksi tawuran antar warga ini terjadi di Kecamatan Jatisari. Awalnya, dua kelompok pemuda kampung melakukan perang sarung dan saling menyerang.

“Berawal dari perang sahur yang saling menyerang hingga akhirnya menggunakan senjata tajam. Akibatnya, ada satu orang korban meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat,” terang AKP Bimantoro.

Sementara untuk dua pelaku curanmor dan begal, para pelaku diketahui sudah beberapa melakukan tindakan yang sama dan sudah beberapa kali keluar masuk penjara. “Kedua pelaku melancarkan aksinya di Jalan Baru Lingkar Karawang, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang,” kata AKP Bimantoro.

Kedua pelaku curanmor ini, sambung AKP Bimantoro, dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun oenjara. “Para pelaku melakukan aksinya di tempat sepi dan mengincar pengendara sepeda motor yang melintas tengah malam. Lalu pelaku mengancam korbannya dengan menggunakan senjata tajam,” jelasnya.

Selain itu, penyidik Polres Karawang juga mengungkap kasus prostitusi secara online. Pelakunya adalah seorang mucikari yang berprofesi sebagai pemandu lagu (PL) di salah satu tempat karaoke di Karawang. “Pelaku menetapkan tarif antara Rp 1-2 juta dan menyediakan kamar hotel,” ujarnya.

Kasus lainnya yang berhasil diungkap adalah kasus perjudian dadu upluk dan togel. Kasus perjudian dadu upluk terjadi di Kampung Mekarsari, RT 014/003, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

“Sedangkan kasus judi togel terjadi di Dusun Tanjungpura Kupoh, RT 003/007, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat,” tandasnya. (red)