Pemakaman Jenazah Covid-19 Ditolak Warga, Akirnya Dimakamkan di Dekat Taman Makam Pahlawan

oleh -
Jubir tim gugus tugas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana.

BaskomNews.com – Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana akhirnya angkat bicara dan membenarkan 1 pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia pada Minggu (5/4/2020), sekitar pukul 18.00 WIB. Pasien meninggal tersebut berjenis kelamin laki-laki yang berusia 50 tahun.

Fitra pun mengklarifikasi bahwa hanya ada 1 pasien positif meninggal‎ dunia, bukan dua orang. Yaitu dimana satu pasien wanita paruh baya meninggal dunia karena penyakit lain. “Satu pasien wanita bukan pasien PDP ataupun positif corona. Ia punya riwayat penyakit yang lain,” kata dr. Fitra Hergyana, Senin (6/4/2020).

Sementara, Ketua harian gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Karawang, Acep Jamhuri menjelaskan kronologi meninggalnya 1 pasien positif covid-19 ini. Tetapi ia menolak membuka identitas pasien dengan alasan identitas harus dirahasiakan.

“Dari awal kronologi pasien memang akan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, namun tidak bisa dikarenakan banyak pasien dan akhirnya dirujuk ke RSUD Karawang,” katanya.

“Kondisi pasien ketika dibawa ke RSUD Karawang sudah menurun dan akhirnya Allah berkehendak lain. Dan pasien tersebut terkonfirmasi Positif Corona. Adapun identitas lengkap jenazah kita tidak dapat menyampaikannya,” timpal Acep.

Disinggung soal beredar video penolakan jenazah positif covid-19 oleh warga, Acep Jamhuri membenarkannya. Yaitu dimana saat jenazah akan dimakamkan di Jayakerta, kejadianya tersebut dikalimnya sudah diprediksi dan diantisipasi.

“Awalnya mau dimakamkan Desa Medang Asem Kecamatan Jayakerta dan dari camat serta Kepala Desa sudah siap untuk pemakaman jenazah. Namun pihak keluarga menginginkan jenazah dimakamkan di Desa Kutaharaja Kecamatan Pedes. Keinginan itu disepakati oleh semua pihak, terkecuali warga Desa Randumulya yang sebelumnya tidak terkondisikan,” terangnya.

“Karena komplek pemakaman kedua desa itu berbarengan dan sebelumnya tidak terkomunikasikan, akhirnya warga Desa Randumulya menolak untuk adanya pemakaman jenazah pasien covid-19 di sana,” timpalnya.

Kendati demikian, sambung Acep, upaya pemakaman jenazah tetap terus dilakukan Pemkab Karawang. Sampai akhirnya Tim Gugus Tugas covid-19 menemukan alternatif solusi lain, yaitu dimana jenazah tersebut dikebumikan di Taman Bahagia yang bersebelahan dengan Taman Makam Pahlawan Pancawati.

Atas kejadian ini, pihaknya atas persetujuan Bupati Karawang menetapkan makan taman bahagia dijadikan lokasi pemakaman bagi jenazah positif terpapar covid-19.

“Maka dari itu atas persetujuan Ibu Bupati mengarahkan kepada Satgas Gugus Percepatan penanganan Covid-19 Karawang untuk memakampan setiap jenazah yang positif terpapar Corona di Taman Bahagia samping Taman Makam Pahlawan yang luasnya sekitar 4000 meter. Selain lokasinya jauh dari penduduk dan tertutup, akses jalannya juga tidak mengganggu kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara diketahui, berdasarkan data tim gugus tugas percepatan penangaan covid-19, hingga Senin (6/4/2020) pukul 16.00 WIB tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

BACA SEBELUMNYA : Dikabarkan Meninggal Lagi karena Positif Covid-19, Jubir Satgas Masih Bungkam kepada Media!