Dikabarkan Meninggal Lagi karena Positif Covid-19, Jurbir Satgas Masih Bungkam kepada Media!

oleh -
Dengan menggunakan APD lengkap sebagai langkah antisipasi, para petugas medis melakukan proses pemakaman terhadap jenazah TI pada Sabtu malam (4/4/2020).

BaskomNews.com – Kabar duka kembali diterima redaksi BaskomNews.com sekitar pukul 20.00 WIB. Yaitu dimana dikabarkan 1 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang positif terpapar covid-19 dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (5/4/2020), sekitar pukul 18.00 WIB.

PDP yang dirawat di RSUD Karawang ini merupakan warga asal Kecamatan Jayakerta. Sampai pukul 18.00 WIB, jenazah almarhum masih berada di kamar mayat RSUD Karawang dengan dibungkus plastik infeksius dan sudah dibungkus dengan kantong jenazah.

Kabarnya, jenazah almarhum akan dimakamkan malam ini juga di salah satu TPU di Kecamatan Pedes.

Namun sayangnya, saat dikonfirmasi BaskomNews.com mengenai kabar tersebut, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana terkesan masih bungkam memberikan informasi kepada awak media.

dr. Fitra Hergyana hanya menjanjikan wartawan untuk memberikan keterangan pada Senin besok (6/4/2020). “Kang untuk perkembangannya akan kita sampaikan besok pas press release kang,” singkat dr. Fitra Hergyana, saat dikonfimasi BaskomNews.com melalui pesan Whatsapp.

Yang Meninggal di Ciampel Bukan Terpapar Covid-19

Adapun mengenai foto yang sudah beredar mengenai proses pemakaman kabar meninggalnya TI (67), warga Perum Griya Indah Desa Parungmulya Kecamatan Ciampel, dr. Fitra Hergiana memastikan jika kabar tersebut tidak benar adanya.

Karena menurutnya, TI meninggal bukan karena terpapar covid-19. “Yang semalam bukan corona Kang. Kang punten, kita hanya press realease di Kodim, satu pintu kang,” singkat dr. Fitra Hergyana.

Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Ciampel, Asep yang mengklarifikasi penyebab meninggalnya TI (67). Berdasarkan hasil keterangan keluarga almarhum, TI mempunyai riwayat bronkitis kurang lebih 2 tahun. Pada November 2019 dirawat di RSUD muntilan dengan stroke.

Almarhum ke Karawang pada Desember 2019, pernah kontrol ke RS pada Januari ke Poli Syaraf. Dua minggu terakhir tidak ada riwayat perjalanan ke luar kota dan tidak ada kontak dengan yang positif covid-19. Almarhum di bawa ke RS Dewi Sri pada Jumat (3/4/2020) sekitar pukul 12.30 WIB, karena almarhum sudah tidak mau minum dan makan dari pagi, mengalami demam, dan kadang-kadang batuk.

“Demikian hasil investigasinya,” terang Asep, sambil menegaskan bahwa almarhum TI bukan meninggal lantaran terpapar covid-19.

Disinggung kenapa proses pemakaman almarhum TI seperti proses pemakaman pasien covid-19, Asep menjelaskan, kemungkinan besar pihak RS Dewi Sri melakukan langkah antisipasi terhadap almarhum yang belum pernah dilakukan rapid test atau test swab.

“Mungkin karena sekarang lagi wabah covid-19, pihak RS Dewi Sri berjaga-jaga. Karena di RS Dewi Sri juga belum diperiksa rapid test atau swab,” pungkas Asep. (red)