“Karawang Jangan Takut untuk Lockdown”

oleh -
Firlie Ganinduto.

MELIHAT situasi terkini, musibah COVID-19 per hari ini sudah merengut nyawa sebanyak 78 orang meninggal dunia dari 893 kasus positif. Ini adalah data resmi, tidak bisa dipungkiri  masih ada kasus-kasus lain yang tidak terdata dengan baik.

Artinya, pandemic ini sudah harus menjadi perhatian seluruh pemimpin negeri ini karena dengan stastik ini, Indonesia menjadi negara nomor 2 dengan persentase kematian terbesar di bawah Italia.

Data menunjukan bahwa Jakarta menjadi epicentrum penularan COVID-19, dengan banyaknya kasus positif berasal dari Jakarta. Secara geografis, Karawang hanya berjarak 73 km dari Jakarta yang dihubungkan oleh jalan tol. Ditambah lagi Karawang adalah salah satu daerah industri terbesar di Asia Tenggara, sehingga banyak tenaga kerja asing yang berdomisili di Karawang.

Dua hal utama ini yang membuat Karawang menjadi daerah yang sangat rawan menularnya COVID-19 ini kepada masyarakatnya. Bahkan, awal pekan ini, kita semua dikejutkan oleh pengumuman bahwa kepala daerah dan beberapa pejabatnya dinyatakan positif COVID-19.

Dengan fakta di atas, Pemda Karawang harus berani mengambil sikap untuk melindungi masyarakat Karawang dari epidemic ini. Upaya lockdown harus menjadi skenario utama layaknya Kota Tegal yang cukup berani menerapkan penutupan akses keluar dan masuk, tentunya dengan dipertimbangkan segala resiko dan implikasinya terhadap aktifitas sosial ekonomi masyarakat.

Upaya-upaya ini penting untuk dipertimbangkan dalam menjaga agar wabah ini tidak masuk ke wilayah Karawang dan masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari. Apalagi Karawang adalah jantung industri di Indonesia.

Untuk lebih detailnya, Pemda juga dinilai perlu mengalokasikan anggaran untuk penanganan COVID-19. Perlu dicermati pembagian dana tersebut jangan hanya fokus terhadap penanganan medis saja, namun perlu dipertimbangkan alokasi dana untuk melangsungkan kehidupan masyarakat Karawang. Kebutuhan sembako masyarakat harus menjadi prioritas di tengah-tengah social distance yang dianjurkan pemerintah pusat.

Pemda juga harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan para pejuang medis yang bekerja di rumahsakit. Himbauan kepada masyarakat pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan isolasi mandiri untuk menghindari penularan COVID-19.

Pemuda-pemudi Karawang harus membatasi aktifitas yang berkontak langsung dengan orang lain. Resiko menjadi carrier atau pembawa virus ada pada pemuda-pemudi yang dapat menularkan ke sanak keluarga yang lebih rentan.

Lebih baik kita berkorban sedikit dengan mengurungkan diri beberapa hari agar pandemic COVID-19 ini tidak mewabah di Karawang.***

Penulis

FIRLIE GANINDUTO

Politisi Golkar/BalonWabup Karawang