3 Kali Pergantian Kapolres, Kasus 3,9 Miliar PDAM Tak Kunjung Ada Kepastian Hukum

oleh -
Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan saat memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus 3,9 miliar PDAM Karawang.

BaskomNews.com – Semenjak dimulainya penyelidikan kasus hilangnya uang 3,9 miliar PDAM Tirta Tarum Karawang pada Februari 2019 lalu, penyidik Polres Karawang sudah memanggil dan meminta keterangan dari mantan Direktur Utama dan Bendahara PDAM Tirta Tarum.

BACA SEBELUMNYA : Soal Hilangnya Duit 3,9 Miliar PDAM, Jumat ini 2 Direksi Lama Diperiksa Penyidik Polres

Hampir satu tahun lebih penanganan kasusnya tak kunjung mendapatkan kepastian hukum. Yaitu dari sejak kepemimpinan Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya, AKBP Nuredy Irwansyah Putra, sampai kepemimpinan Kapolres saat ini, AKBP Arif Rachman Arifin.

Pada 19 Februari 2019 lalu, Praktisi Hukum Karawang, Asep Agustian SH, MH sempat menyindir, jika Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra akan malu, jika penanganan kasus hilangnya uang 3,9 miliar PDAM tidak tuntas.

BACA SEBELUMNYA : “Jika 3,9 Miliar PDAM Tidak Selesai, Kapolres Bisa Malu”

Bahkan beberapa lembaga pemantau Tipikor Karawang seperti LSM Kompak Reformasi sempat melaporkan kasus hilangnya 3,9 miliar uang PDAM ke Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Mabes Polri pada 4 Maret 2019.

BACA SEBELUMNYA : Hilangnya Duit PDAM 3,9 Miliar Dilaporkan ke Mabes Polri, Kompak Reformasi Minta Ketua PAN Karawang Dipanggil!

Penanganan kasus 3,9 miliar PDAM ini kembali mendapatkan ‘nafas segar’, setelah Kasubag PDAM Novi Farida melalui kuasa hukumnya Supriyadi SH membeberkan 25 nama oknum penikmat uang haram PDAM pada 20 Juni 2019 ke penyidik Polres Karawang.

BACA SEBELUMNYA : ‘Tuyul Pemakan’ 3,9 Miliar Duit PDAM Mulai Terkuak, Kasubag Novi Beberkan 25 Nama Oknum ke Penyidik

Terlebih sejak 10 Juli 2019, Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana yang sempat mendapatkan surat hasil audit keuangan PDAM dari Direktur Utama, M. Soleh sudah mempersilahkan kepada Polres Karawang untuk menangani kasusnya.

BACA SEBELUMNYA : Ditanya 25 Nama Oknum Penikmat 3,9 Miliar PDAM, Bupati : “Ya Gak Apa-apa!”

Saat kembali dikonfirmasi para awak media Kamis (5/3/2020), Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan terkesan masih enggan banyak berkomentar kepada para jurnalis, dengan alasan penanganan kasus 3,9 miliar PDAM mesti ekstra hati-hati.

Ia hanya menegaskan bahwa penyidik Polres Karawang sudah mendapatkan bocoran beberapa nama oknum penikmat aliran dana PDAM. “Bocoran sudah ada… sudah ada. Nanti prosesnya akan kita kasih tahu,” tutur AKP Bimantoro Kurniawan.

“Berapa nama calon tersangka Ndan?,” tanya awak media.

“Nanti… nanti,” kembali singkat AKP Bimantoro Kurniawan.

“Dalam proses… dalam proses… dalam proses. Nanti kalau kita panggil juga akan tahu,” timpalnya.

Disinggung berapa lama waktu yang dibutuhkan penyidik sampai dengan adanya penetapan tersangka, AKP Bimantoro kembali tidak menjawab pertanyaan wartawan dengan tegas.

“Ya, dalam waktu dekat… dalam waktu dekat sudah ada progres,” tandasnya. (red)