Dinkes Pastikan Kabar Warga Cilamaya yang Terjangkit Corono Adalah Hoax

oleh -
dr. Yayuk Sri Rahayu - postingan salah satu netizen facebook yang mengabarkan ada wwarga Cilamaya yang terindikasi virus corona.

BaskomNews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang memastikan bahwa kabar mengenai warga Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon bernama Iis (36) yang dikabarkan terindikasi virus corona merupakan informasi hoax atau kabar bohong.

Berdasarkan informasi sebelumnya, salah seorang warga Cilamaya menginformasikan kepada redaksi BaskomNews.com mengenai kabar seorang warga Pasirjaya yang terindikasi virus corona pasca sepulang dari Singapur.

Bahkan kabar tersebut ‘diamini’ oleh salah seorang netizen media sosial facebook yang menuliskan informasi warga Pasirjaya yang terindidkasi virus corona ini.

“Sekedar info 15 menit yg lalu sy mendapatkan info dari Ibu Bidan Janah bahwa ada warga Pasirjaya inisial I RT 10 yg diduga terjangkit virus corona ybsbaru pulang dari singapur, skrg dalam penanganan pihak Graha Medis Cilamaya, kepada warga Pasirjaya agar waspada jangan panik sllu berkoordinasi pada pihak terkait,” tulis salah seorang netizen facebook denga nama akun Sudi Adang Sudrajat ini.

Namun saat BaskomNews.com mencoba mengkonfirmasi kebenaran kabar ini, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu, ia sendiri menegaskan dan memastikan bahwa info tersebut hoax alias kabar bohong.

Ia menjelaskan, pasien warga Pasirjaya ini sempat berkonsultasi ke Dinkes Karawanng. Namun semenjak pemeriksaan di klinik pun, si pasien tidak ada indikasi terjangkit virus corona. Yaitu dimana suhu badan normal 37 derajat, serta tidak mengalami sesak nafas.

“Saat itu suhunya tidak tinggi, sesak nafas juga gak ada, gak masuk kategeri corono, hanya demam biasa,” tutur dr. Yayuk Sri Rahayu, saat dikonfirmasi BaskomNews.com via ponselnya sekitar pukul 22.10 WIB, Senin (2/3/2020).

Namun demikian, dr. Yayuk menjelaskan, jika si pasien tersebut masih dalam pemantauan Dinkes Karawang selama 14 hari ke depan. Ia juga sudah menyarankan kepada si pasien agar melakukan pola hidup sehat, asupan gizi yang baik, tidak boleh terlalu banyak ke luar rumah dan banyak istirahat.

“Karena dia baru pulang dari Singapur, maka masih dalam pemantauan kita. Tapi sampai saat ini kondisinya masih baik. Makanya saya tadi suruh pulang. Tapi tetap harus rutin konsul, sampai dengan 14 hari pemantauan, sampai dengan Dinkes mengeluarkan surat rekomendasi bebas dari virus corona,” terangnya.

Ditambahkan dr. Yayuk, selama ini Dinskes Karawang sendiri sudah berusaha maksimal di dalam upaya pencegahan virus corona masuk ke Kota Pangkal Perjuangan. Upaya kesiapsiagaan melalui buku petunjuk dari Kementrian Kesehatan sudah dilakukan Dinkes Karawang.

Yaitu dari mulai melakukan sosialisasi di jajaran Aparatur Negeri Sipil (ASN) Pemkab Karawang, sampai dengan sosialisasi ke masyarakat langsung melalui Puskesmas.

“Dinkes juga sudah mengirimkan surat ke setiap Puskesmas untuk kesiapsiagaan. Tenaga kesehatan melakukan inspeksi dini untuk setiap pasien yang mengarah virus corona dengan buku pedoman dari Kementrian Kesehatan. Kemudian sosialisasi ke warga mengenai perilaku hidup sehat, cuci tangan dengan sabun, makan makanan bergizi, serta mengkondisikan situasi batuk sesuai pedodman kesehatan (membuang tisu bekas batuk pada tempatnya),” timpal dr. Yayuk.

Selain itu, sambung dr. Yayuk, sebelumnya Pemkab Karawang sendiri sudah menggelar rapat koordinasi mengenai upaya antisipasi dan pencegahan virus corona ini. Yaitu dimana rapatnya dipimpun langsung oleh Sekda Karawang.

“Jadi sampai saat ini saya pastikan belum ada satu pun warga Karawang yang terjangkit virus corona. Mengenai kabar warga Cilamaya itu, saya pastikan itu kabar hoax atau kabar bohong,” pungkasnya. (red)