Barisan “Para Mantan” yang Melawan Cellica di Pilkada 2020

oleh -
Cellica Nurrachadiana - H. Ahmad Zamakhsyari, Gina Fadlia Swara, dr. Yesi Karya Lianti, H. Yedi Undang Karyadi.

BaskomNews.com – Pilkada Karawang pada September 2020 mendatang sepertinya akan menjadi salah satu momentum politik Pilkada yang menarik untuk referensi pertarungan Pilkada serentak di 8 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Bagaimana tidak, Pilkada Karawang sendiri sudah disebut-sebut sebagai pertarungan politik yang akan menyuguhkan intrik dan manuver politik yang lebih beragam sebagai media pembelajaran politik masyarakat.

Pasalnya, Pilkada Karawang 2020 akan menyuguhkan pertarungan politik ‘Barisan Para Mantan’ yang akan melawan calon incumbent Cellica Nurrachadiana (Ketua DPC Demokrat Karawang/Bupati Karawang).

Jika benar prediksi Head to Head publik Karawang akan terjadi di Pilkada 2020, maka diprediksi 24 kursi dibarisan Cellica Nurrachadiana-H. Aep Syaepulloh akan melawan 26 kursi barisan Jimmy-Gina atau Jimmy-Yesi. Terlebih, pertarungan politik antara Cellica vs Jimmy ini akan semakin disemarakan dengan kehadiran Pasangan Calon Independent ENAK (Endang-Asep Kuncir).

Di barisan 24 kursi Cellica-H. Aep, diprediksi bakal terjadi koalisi antara 9 kursi Demokrat, 6 kursi PKS, 2 kursi Partai NasDem, serta 7 kursi Partai Golkar.

Sementara di barisan 26 kursi Jimmy-Gina atau Jimmy-Yesi, diprediksi bakal terjadi koalisi 7 kursi PKB, 8 kursi Gerindra, serta 11 kursi Poros Juang (6 kursi PDI Perjuangan, 1 kursi PAN, 1 kursi PPP, 2 kursi PBB dan 1 kursi Partai Hanura).

Kenapa Pilkada Karawang 2020 disebut-sebut sebagai ‘Barisan Para Mantan’ yang melawan calon incumbent Cellica Nurrachadiana?

Pertama, niatan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana untuk mencalonkan kembali di Pilkada 2020 harus menghadapi tantangan pertarungan politik dari Wakil Bupatinya sendiri, yaitu H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) yang masih menjabat sebagai Ketua DPC PKB Karawang.

Karena diantara Cellica dan Jimmy, masing-masing keduanya sudah mendeklarasikan diri akan maju sebagai Calon Bupati Karawang 2020 mendatang.

“Kami kumpulan para mantan yang siap merebut kemenangan. Saya nanti mantan wakilnya Bu Cellica. Ini ada Kang Dadan (Sekretaris DPD PAN Karawang) yang mantan koalisi Bu Cellica. Teh Yesi mantan adik iparnya Bu Cellica. Maka ketika kami berkumpul, maka jawaban satu-satunya adalah perlawanan,” celoteh Kang Jimmy kepada awak media, setelah selesai menggelar pertemuan antara PKB, Gerindra dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, di Resinda Hotel Karawang, Senin malam (17/2/2020).

“Ini Kang Yedi juga mantan suaminya Bu Cellica,” timpal politisi PDI Perjuangan Karawang, H. Toto Suripto, yang mencoba menambahkan pernyataan Kang Jimmy kepada awak media.

Kedua, dalam pertemuan PKB, Gerindra dan PDI Perjuangan Jawa Barat ini, Ono Surono secara terang-terangan membeberkan kepada awak media, bahwa dalam pembahasan pertemuannya PDI Perjuangan menawarkan opsi lain dari Jimmy-Gina. Yaitu menawarkan dr. Yesi Karya Lianti sebagai Calon Wakil Bupati untuk berpasangan dengan Kang Jimmy.

Sementara diketahui, bahwa dr. Yesi Karya Lianti sendiri merupakan mantan adik ipar Cellica Nurrachadiana dan mantan Politisi Partai Demokrat yang kini berganti baju partai menjadi kader PDI Perjuangan.

Melalui kesempatan ini, dr. Yesi Karya Lianti mengaku siap apapun keputusan yang akan dikeluarkan oleh DPP PDI Perjuangan. “Apapun yang diputuskan partai akan saya terima. Ketika sudah diputuskan, maka hal apapun tidak akan ada yang berubah,” tutur Yesi.

Bahkan ketika ditanya bagaimana dengan kesiapan logistik politik, dr. Yesi Karya Lianti menjawab dengan tegas ‘siap tempur’.

“Jadi tidak ada perubahan apapun. Ketika DPP memutuskan saya harus dengan Kang Jimmy, ya tidak akan ada perubahan apapun. Dari segi logistik ataupun dari segi perlawanan. Sebagai kader partai yang harus patsun, saya akan nurut meskipun jadi K2,” timpal Yesi.

Mantan Suami Cellica akan All Out Memenangkan Adiknya dr. Yesi

Ketiga, perlawanan ‘Barisan Para Mantan’ untuk melawan Cellica Nurrachadiana di Pilkada 2020 ini juga bukan hanya akan dilakukan oleh dr. Yesi Karya Lianti. Melainkan juga dilakukan oleh mantan suaminya sendiri, H. Yedi Undang Karyadi.

“Kalau namanya mantan kita udah lupa tuh,” celoteh H. Yedi Undang Karyadi, dengan disertai tawa menggelitik saat disebut nama Cellica Nurrachadiana oleh awak media.

“Jadi udah gak ada rasanya soalnya,” timpal H. Yedi, yang kembali terlihat ngocol di hadapan awak media.

Kepada awak media, H. Yedi mengaku sudah lama tidak berkomunikasi dengan Cellica Nurrachadiana. Sehingga ia menegaskan ‘siap menang’, meskipun adiknya nanti harus melawan mantan istrinya sendiri.

“Saya rasa adik saya ini petarung juga. Keluarga kita juga keluarga petarung. Insya Allah kita akan all out, akan support dr. Yesi untuk menang di Pilkada,” tandas H. Yedi, yang juga menegaskan sudah melakukan rapat di internal kelurga besar H. Karya untuk mendukung penuh pencalonan adiknya dr. Yesi.

Keempat, pertarungan Pilkada Karawang disebut ‘Barisan Para Mantan’ yang melawan Cellica, karena Cellica akan melawan Gina Fadlia Swara yang masih menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra.

Sementara Gina Fadlia Swara sendiri diketahui merupakan putri dari H. Ade Swara, mantan Bupati Karawang yang saat itu Wakil Bupatinya adalah Cellica Nurrachadiana.

Namun sayangnya, Gina Fadlia Swara tak terlihat batang hidungnya dalam pertemuan antara PKB, Gerindra PDI Perjuangan, serta pertemuan pada sore harinya dengan Poros Juang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, sebenarnya Gina Fadlia Swara juga diundang langsung dalam pertemuan tersebut. Namun karena ada kepentingan di luar kota, Gina Fadlia Swara dikabarkan mempercayakan keputusan pertemuannya kepada Ketua DPC Gerindra Karawang Ajang Supandi yang mewakilinya.

“Saya sangat setujulah apa yang dikatakan PDIP, soal ada kebersamaan Poros Juang Kebangkitan Indonesia Raya,” tutur Ajang Supandi, setelah selesai menggelar pertemuan antara PKB, Gerindra dan Poros juang pada sore harinya.

Kelima, jika benar akan terjadi koalisi gemuk ‘Poros Juang Kebangkitan Indonesia Raya’ dengan jumlah 26 kursi di Pilkada Karawang 2020, maka Cellica Nurrachadiana juga harus melawan beberapa parpol mantan koalisinya saat Pilkada 2015 lalu. Yaitu melawan PAN dan PPP.

Ketua DPC PPP Karawang, Hj. Lina Sugiharti menuturkan, pertemuan PKB, Gerindra dan Poros Juang ini merupakan pertemuan yang luar biasa. “Saya mengapresiasi dengan kerendahan hatinya Kang Jimmy mengundang kita. Walaupun di dalam pertemuan ini saya masuk dalam pembahasan. Tapi kita mencalonkan tidak mengedepankan ego,” paparnya.

“Makanya tadi kita membahas menyamakan persepsi membangun Karawang ke depan seperti apa. Itu poin utamanya. Jadi bukan ego masing-masing siapa yang harus menjadi calon. Itu tadi kita mencair seperti keluarga yang ingin menghadirkan dan membuat sesuatu bagi Karawang ke depan,” tutur Hj. Lina Sugiharti. (red)

BACA SEBELUMNYA : PDIP Jabar Tawarkan Opsi Jimmy-Yesi Tanpa Lepas Gerindra